Ibu Susu Bukan Pengganti
Denada menoleh lalu menatap mata sang perawat itu dan Lina berkata, "Stok di kulkas juga masih banyak, Non. Selebihnya serahkan saja sama aku. Nanti aku juga akan foto dan ngabarin tentang Tuan Muda."
Butiran kecil air mata jatuh dari sudut mata Denada, bukan karena sedih, tapi terharu. Di rumah itu, dia sungguh merasa seperti ratu. Tidak jauh dari sana, Emas berdiri di depan koper yang baru saja ditutup. Dia menoleh dan melihat sang istri dengan tersenyum lalu mengulurkan tangan dengan berkata, "Ayo!"