Aku Bukan Pembantu
Ingatan akan wajah Emilia dan kawan-kawan yang mencibir, caranya memojokkannya di sekolah, kata-katanya yang penuh rasa jijik dan pedas adalah noda yang perlahan-lahan ia tinggalkan, berkilo-kilo meter jauhnya.
Andini membuka novelnya, sebuah epik sejarah yang berlatar kota yang sedang didatanginya, dan membiarkan dirinya hanyut dalam dunia keraton dan intrik. Waktu berjam-jam melebur dengan lansekap. Ia meminum teh kereta api yang hangat yang terasa seperti nostalgia sambil sesekali makan snack, merasa benar-benar bebas.
الفصول الرائجة