Buncitnya Jenazah Kakakku
Aku meringkuk ketakutan dengan jantung bertalu-talu.
Dengan posisi yang masih seperti itu, tiba-tiba aku merasakan pundak ini disentuh oleh seseorang. Wajah hantu menyeramkan malah terlintas di pikiranku, sebab itu yang biasanya terjadi di film horor.
"Aaa, minggir hantu!" Aku beteriak sambil memukul ke arah samping, masih dengan menutup mata.
Tubuhku malah ditariknya untuk bangkit berdiri. Aku masih menutup mata erat sambil terus melayangkan pukulan asal ke arahnya. "Pergi, jangan ganggu saya, Mbak Hantu!"