Gairah Liar Perselingkuhan
tanyaku, suaraku rendah dan dalam, nyaris seperti geraman.
Dia mengangguk cepat, air mata menggenang di matanya, membasahi pelupuknya. “Apa saja.” Suaranya hampir tidak ada, hanya bisikan yang dipenuhi hasrat dan kesetiaan.
Senyum miring terukir di bibirku. Ini bukan senyum kebahagiaan, melainkan senyum kekenangan, senyum predator yang telah menemukan mangsanya. “Buktikan.”