Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Di Bawah Selimut Tetangga

Di Bawah Selimut Tetangga

Klik Suara gesper yang terbuka itu terdengar begitu jelas di telinga Aruna, membuatnya refleks menutup wajah dengan bantal, meski ia masih menyisakan sedikit celah untuk mengintip. "Ngghh... Sagara, stop! Kalau Papa tahu aku lihat ginian malam-malam, kita berdua bisa dipenggal!" rintih Aruna tertahan. "Papa kamu tidak ada di sini, Sayang. Hanya ada saya dan kamu," bisik Sagara. Pria itu membasuh wajahnya di wastafel, membiarkan butiran air mengalir turun ke dadanya, melewati lekuk eight-pack yang kokoh.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Lagian kalau suara tak perlu diragukan karena walau sekarang jadi Kupu-Kupu malam dulunya juga ratu dangdut. Wanita yang disebutkan dengan nama panjang Ning Sukma mulai bersuara. Suaranya lembut dan melengking. Cukup bagus untuk bersalawat. Aku ikut bersalawat walau dengan pelan dan mix kujauhkan. Rasanya sudah lama aku tak mengagungkan sang pemilik segala alam. Aku yang merasa putus asa dengan kehidupan, mencoba berjalan tanpa tujuan apalagi Tuhan. Keyakinan aku bahwa tanpa campur tangan Tuhan aku tetap bisa begini. Mungkin aku kurang bersyukur.
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

Wira masih tenang dalam meditasinya, dan kedua makhluk kecil bergantian berjaga. Pagi harinya, saat semua duduk di bawah pohon rindang menikmati sarapan dari perbekalan yang diberikan oleh guru Rara, Wira mengumumkan dengan wibawa, "Teman-teman, pesan dari guruku semakin jelas. Puncak gunung Susuh Angin menantikan kita, kita akan semakin dikuatkan dengan anugerah yang diberikan. Kita harus tetap fokus pada tujuan utama kita."
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

Suaranya keras menggunting telinga. Ngak ... ngak ... ngak. "Mereka telah datang, Bik," ujar Dewi Rukmini. Perlahan dia melepaskan diri dari dekapan Bik Nara. Mendongak menatap ketiga ekor burung gagak besar itu.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Suka Duka Ibu Tunggal

Suka Duka Ibu Tunggal

Kulitku terlihat putih, kencang, dan menggoda. Tepat tengah malam, aku mengunggah foto itu di media sosial. Aku mengatur agar foto itu hanya bisa dilihat oleh Orlando. Keterangan yang kutulis adalah .... [ Malam seorang diri, cuma bisa begini saja. ] Orlando dikenal sebagai orang yang suka bergadang, jadi aku yakin dia akan melihatnya. Benar saja, beberapa menit kemudian, notifikasi pesan muncul.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

Mendadak pulau itu bergetar ringan. “Gempa?” kata Suzane ketakutan. Sakera menusukkan lagi goloknya, kali ini lebih dalam. Pulau itu kembali bergetar, kali ini lebih keras dari sebelumnya. “Apa yang kamu lakukan?” tanya Suropati. “Aku hanya menusukkan golokku ke tanah!” jawab Sakera. “Coba tusuk lagi lebih keras!” kata Dwipangga. Sakera menusukkan goloknya, kali ini lebih keras ke permukaan kasar di bawah rumput itu. Pulau bergetar lebih hebat. Sakera menarik goloknya dan menemukan ada cairan merah di goloknya.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

“Apa yang dimaksud gunung tersumbat? Dan suoro... suara apa?” Kuncoro kembali menyela, “Kata orang-orang di balik Gunung ada sebuah air terjun kecil. Warga desa menyebutnya Siung Mampet, karena jalannya sering tersumbat batu dan hanya mengalir deras saat hujan besar. Tapi suara airnya bisa terdengar sampai jauh jika arusnya deras.”
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
STATUS GALAU SUAMIKU

STATUS GALAU SUAMIKU

"Dasar janda gatal!" Deg! 🍁🍁🍁
1027.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 780 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Gunung Layang Sukma terletak di sebelah utara wilayah Galuga. Sebuah gunung api aktif, yang memiliki banyak tebing-tebing curam di sekitar lereng-lerengnya. Di sebuah gua, yang berada di tengah tebing curam tertinggi di gunung Layang Sukma itulah, Eyang Guruchakra tinggal. Tebing yang bernama sama dengan gunung itu saking tingginya. Sehingga bisa dikatakan, orang yang terjatuh dari tebing itu, maka pasti nyawanya akan melayang.
9.962.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status