Di Bawah Selimut Tetangga
Klik
Suara gesper yang terbuka itu terdengar begitu jelas di telinga Aruna, membuatnya refleks menutup wajah dengan bantal, meski ia masih menyisakan sedikit celah untuk mengintip.
"Ngghh... Sagara, stop! Kalau Papa tahu aku lihat ginian malam-malam, kita berdua bisa dipenggal!" rintih Aruna tertahan.
"Papa kamu tidak ada di sini, Sayang. Hanya ada saya dan kamu," bisik Sagara.
Pria itu membasuh wajahnya di wastafel, membiarkan butiran air mengalir turun ke dadanya, melewati lekuk eight-pack yang kokoh.
Bab Populer