Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DIKIRA MISKIN

DIKIRA MISKIN

Hidup tenang tanpa gangguan dari mereka. Saru : tidak pantas Sangu : uang saku
10105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

"Lah, aku kan cuma nyanyi kemaren, salah sendiri temen kamu baperan." Sumpah, rasanya saat itu Kinara ingin membalas dengan menyanyikan lagu Gita Gutawa dengan penuh penghayatan. "Pergi kau ke ujung dunia, dehidrasi di gurun sahara, hilang di segitiga bermuda...." "Kayaknya aku bakalan nggak cuci muka seminggu deh ini." Galang menepuk-nepuk pelan pipinya.
10260.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Pendekar Semprul

Pendekar Semprul

Udara dingin menyembur keluar, membawa aroma aneh—campuran bunga layu, besi berkarat, dan dupa yang sudah mati sejak ratusan tahun. Sura, Tarno, dan Jaka Warangan berdiri diam. Di balik gerbang itu, membentang Rawa Sukma—danau dangkal berhias pohon-pohon mati, dengan kabut menggantung rendah. Airnya tampak diam… namun sekali-sekali muncul riak dari tengahnya, seperti sesuatu yang menyelam perlahan. > “Ini bukan rawa biasa,” ujar Jaka. “Airnya bisa membaca isi hatimu. Kalau kau bohong, kau tenggelam.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

“Susu bubuk atau susu cair.” “Susu, mungkin susu cair?” Svaha ingin terdengar paham, tapi kalimatnya malah terdengar seperti pertanyaan. “Beda rak. Sini biar kulihat. Apa sih yang membuatmu berpikir lama sekali?” Arkana mencoba merebut daftar itu dari tangan Svaha. Tapi, karena Svaha lebih tinggi darinya, lelaki itu hanya perlu mengangkat tangan ke atas, Arkana tidak bisa menggapainya.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

tanyanya penasaran, meski bukan kali pertama mendapati Gugun yang hendak melakukan pendakian. “Iya, Mbak. Liburan akhir pekan.” Gugun terkekeh, lalu menyulut sebatang rokok. “Ke gunung mana?” “Pulosari, Mbak.” “Gunung mana, tuh? Gue baru denger.” “Di Pandeglang Banten, Mbak,” jawab Gugun dengan mulut mengepulkan asap rokok. “Hati-hati loh, Gun, di sana ‘kan banyak tempat keramat, apalagi di gunungnya, pasti angker.”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Gak gak gak gak glepar glepar Kuk kuk kuk Suara-suara dari hewan malam, kini saling bersahutan membentuk suatu irama yang membuat hati merinding, burung koreak (gagak) saling bersahutan di dalam hutan, belum juga burung bueuk (burung hantu) yang seringkali muncul dan melototi setiap manusia di dalam sana dengan kepalanya yang bisa di putar hingga ke belakang. Belum lagi suara-suara jangkrik, suara kodok, suara bagong (babi hutan) hingga terkadang suara auman pun terdengar di tengah hutan. Gunung Sepuh selain terkenal angker, di dalamnya juga masih terdapat banyak sekali hewan-hewan yang hidup berdampingan dengan para makhluk di dalamnya.
10126.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai suaranya guguk
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Tarian Pemikat Serigala

Tarian Pemikat Serigala

Pedomannya adalah Eyang Danureksa dan Gunung Galunggung. “Papan apa itu?” Mata Suwita tertuju ke arah sebuah plang kayu bertuliskan huruf sunda kuno. “Gu nung Ga lunggung … Gunung Galunggung.” Dia mengeja tulisan itu, seketika matanya membulat, tangannya gemetar menunjuk tulisan itu. Suwita terduduk, matanya berkaca-kaca karena suka cita.. Harapannya mendekati kenyataan, dirinya hanya tinggal mencari tempat kediaman guru bapaknya. Bergegas Suwita berbelok ke arah yang ditunjuk oleh papan tersebut.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN 26 Mata itu berkaca-kaca penuh luka, kubawa dia masuk ke dalam ruang pribadiku, Cean menangis tanpa henti membuatku kebingungan sekaligus khawatir atas apa yang terjadi. Aku hanya bisa menunggunya tenang agar bisa berbicara dengan jelas. "Aku tidak bisa menjaga Kairav dengan baik, dia sakit. Atau mungkin Tuhan marah padaku karena sudah memisahkan kamu darinya." Cean berkata disertai isakan kecil.
1017.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

ucap Jihye sesaat setelah menenggak air mineral di lemari es. "Kenapa kau ingin ke sana?" "Tempatnya indah, 'kan? Di sana seperti Santorini versi lokal." "Baiklah, terserah Nyonya saja, nanti setelah pekerjaan di sini beres kita akan bulan madu atau baby moon ke Santorini yang sesungguhnya, ok? ***
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai suaranya guguk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status