Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam
Namun, aroma itu berubah, semakin hari semakin manis, dan ini adalah puncaknya.
Rad mengelus wajah Bree, dan juga bibirnya. Menimbang dalam kepala, apa yang harus dia lakukan.
Rad tahu apa yang ingin dia lakukan, karena mulutnya kini terasa kering. Setiap sentuhan jarinya pada tubuh hangat Bree membuat tenggorokannya semakin kering.
“Sejuk…” Gumaman mendesis lolos dari bibir Bree, membuat Rad menarik tangannya.
Namun, seperti tadi, Bree hanya mengingau. Kening Bree berkerut kesal sekarang.