Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUAMI ONLINE

SUAMI ONLINE

SUAMI ONLINE 20 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Kini ia baru bisa memahaminnya. Rasanya nanti malam bisa tidur dengan nyenyak. Hati yang hampir menghitam sekarang mulai memutih perlahan. ~
1016.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 607 kali sebagai sufian suhaimi di matamu
Baca
+Pustaka
Dia Juga Suamiku

Dia Juga Suamiku

Clara mencoba mencari Dimas, namun ia sama sekali tidak bisa melihat keberadaan suaminya itu. Rian kini sudah bisa menyentuh tubuh Clara, Dimas yang menyaksikan itu langsung berlari dan memberikan pukulan di wajah Rian. Clara hanya bisa menangis, ia benar-benar takut, selain Dimas tidak ada yang pernah menyentuh dirinya. "Kurang ajar, Lo." Ketus Dimas, lalu memberikan pukulan kedua di wajah Rian. Rian pun mencoba bangkit untuk membalas. Rian adalah musuh dalam selimut, sebenarnya Dimas sudah mengetahui itu, hanya saja Dimas masih memiliki hati, sehingga ia masih melakukan kerjasama.
8.74.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai sufian suhaimi di matamu
Baca
+Pustaka
GELORA NAFSU SUAMIKU

GELORA NAFSU SUAMIKU

sengit Reno tak suka Ellea menyangkal kebenaran padahal Reno melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Ellea menatap Rian tadi. "Ka-kamu salah paham, Mas. Aku hanya …." "Hanya apa, Ellea? Hanya cemburu karena kamu masih mencintainya, iya?"
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai sufian suhaimi di matamu
Baca
+Pustaka
Ustaz, Ayo Bercerai Saja!

Ustaz, Ayo Bercerai Saja!

Azam kira Sufian ingin menjadi panutan terbaik tapi nyatanya harapan itu tiada. "Seharusnya aku ikuti apa kata hatiku dulu, Sifa, seharusnya aku berusaha keras merebutmu dari tangan Ustaz Sufi, seharusnya aku percaya pada hatiku, seharusnya begitu!" Kedua mata laki-laki itu menyorot tajam ke arah meja, tiada objek yang ia sedang pandang sebab pandangannya ialah kosong. Amarah begitu tampak di kedua bola matanya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai sufian suhaimi di matamu
Baca
+Pustaka
Suami Idaman

Suami Idaman

Pasti Wina bisa melihat ekspresi putuh asa sekaligus ekspresiku yang ingin menangis. “Kayaknya itu dokter Reinard kan?” Aku langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Wina. Benar. Aku yakin kali ini. Dia benar-benar suamiku. Untuk beberapa detik aku merasa lega karena bisa menemukan suamiku, namun di detik berikutnya kembali jantungku seperti diremas dengan hebat. Dia….suamiku. Namun siapa perempuan yang duduk di kursi roda itu? yang sedang didorongnya perlahan.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai sufian suhaimi di matamu
Baca
+Pustaka
Pesona Liar Suamiku

Pesona Liar Suamiku

elaknya, ia tertawa pelan sebelum menambahkan, "Sayangnya aku tidak memiliki sumber dana besar untuk mewujudkan semua impian aku itu. Jadi ya, aku hanya bisa menikmatinya saja melalui museum-museum bersejarah yang sering aku kunjungi." "Ah aku mengerti sekarang." "Jadi?" Aletta mulai terdengar tidak sabar. Sebenarnya, ia bukanlah tipe wanita yang sabar menunggu apapun. "Sofa ini ... " Sorot mata Justin yang semula menatap Aletta dengan ramah, kini sedikit berubah menjadi tak terbaca saat ia menghentikan ucapannya. "Ada apa dengan sofa ini?" Aletta masih penasaran dengan kelanjutan dari apapun yang ingin Justin jelaskan padanya sebelumnya.
1037.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 973 kali sebagai sufian suhaimi di matamu
Baca
+Pustaka
Suami Idaman

Suami Idaman

Air matanya jatuh—bukan karena kalah, tapi karena akhirnya ia merasa dilihat. Bukan oleh dunia luar. Tapi oleh satu orang yang benar-benar ia butuhkan: suaminya. Dan di tengah keheningan, ada rasa baru yang lahir. Bukan penerimaan, tapi permulaan. Permulaan bahwa perjuangan ini... tak sia-sia.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai sufian suhaimi di matamu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status