MENYESAL MENDUAKANMU
Mas Malik mengusap-usap dagunya dengan mata melihat ke atas.
"Ya sudah, tidak usah terlalu dipikirkan. Mungkin hanya perasaan Mas saja," ujarku.
"Iya, benar, Mas. Paling kebetulan mirip orang yang Mas kenal mungkin," timpal Ayu.
"Iya, kali, ya." Mas Malik menggaruk kepalanya.
"Oh, ya, Mas. Lanjutkan ceritanya. Tadi katanya mau ada yang disampaikan. Apa?" tanyaku tak sabar.