Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OBSESI BERGAIRAH

OBSESI BERGAIRAH

Alba. ****** Hancur sakit perasaan Valerie saat ia baca surat yang Alba tulis sebelum dirinya tiada. Betapa besar rasa cinta dan kasihnya pada sang putri sepanjang hidupnya. Tersungkur tubuh lemah itu di depan makam sang ayah. Menangis memeluk erat nisan dingin itu pun mengecupnya beberapa kali. Bergetar seluruh tubuhnya kala ia membaca surat menyakitkan itu.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
Dendam Anak Tiri

Dendam Anak Tiri

"Dek, kita selalu do'ain Papa, ya. Semoga Papa cepat sembuh, cepat sadar ... dan bisa ketemu Mama lagi. Ketemu kamu juga nantinya." Alena lalu mengambil Al-Qur'an kecil yang dia bawa sejak tadi. "Sekarang kita bacakan Papa Al-Qur'an, ya ...." Alena lalu membuka mushafnya dan mulai membacanya. Alena membaca surah mulai dari halaman paling pertama. Alena membaca penuh penghayatan sampai-sampai dia menangis. Suara Alena yang membaca surah masuk sampai ke pendengaran Andrio. ***
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
Selir Kesayangan Tiran

Selir Kesayangan Tiran

Hurra melihat sekeliling dengan penasaran. Melihatnya seperti ini, Constantine mengangkat alisnya dan berkata, "Tidak perlu terburu-buru. Ketika aku punya waktu, aku akan mengajakmu bermain. Kota Alba sangat besar karena berada di jalur sutra. Kamu harus meluangkan waktu untuk membiasakan diri dengan tempat ini.” Dia tidak sengaja menurunkan suaranya. Beberapa orang biasa yang dekat dengannya menatap Hurra dengan penasaran dan berkata,
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
Menikahi CEO Philophobia

Menikahi CEO Philophobia

Perlahan meski gemetaran akhirnya kertas itu berhasil dia buka dengan derai air mata. (Surat dari Ibu Arabella) Arabella, anakku yang paling Ibu cintai. Saat membaca surat ini, Ibu yakin, kau sedang menangis. Tapi, Ibu mohon, jangan menangis sayang. Karena ibu sudah bahagia di surga. Ibu harap kau hidup dengan baik dan bahagia. Lakukan semua terbaik yang kau bisa, dan jangan pernah putus asa, apalagi berpikiran sempit. Kau berharga, di mata Ibu dan juga orang yang mencintai mu.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
PERJANJIAN ALANA

PERJANJIAN ALANA

"Setidaknya aku bisa memujuk tante waktu itu. Kalau sudah begini, apa kakak tidak pernah berpikir jauh, cepat atau lambat, aku yang akan pergi dari kakak." "Al." Alana menaikkan wajah, ia menghapus air mata yang sudah mengalir di pipinya. Lalu menatap lekat suaminya dalam-dalam. "Kalau begitu, ayo kita ganti surat perjanjian itu dengan surat perjanjian baru." "Apa?" Bersambung ....
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
Pengantin Tanpa Malam Pertama

Pengantin Tanpa Malam Pertama

Tangannya tiba-tiba terasa dingin ketika menerima amplop itu. Ibu Ratna dan Mama Sofia langsung mendekat. “Dari siapa, Al? Kantor pengacara?” tanya Mama Sofia. Almira tidak menjawab. Dengan jari yang gemetar, ia membuka segel amplop tersebut. Begitu lembaran pertama terlihat, dunianya runtuh. Di bagian atas kertas itu tercetak tulisan besar: SURAT PERMOHONAN CERAI TALAK
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
Mistery of Life : Daffa Albana

Mistery of Life : Daffa Albana

Waktu ashar di hari kelima ketika Daffa Albana mengalami koma tanpa diketahui kemana ruhnya berada. “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tiada ketakutan dan tiada pula dia bersedih (hati). (Yaitu) orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa keapada Allah”. (Yunus : 62-63).
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
Stuntman

Stuntman

balas Albi ikut kesal mendengar suara cempreng Pena begitu menggaung di telinganya. "Yaudah???? Sewotan banget lo!" Bukannya memelan, Pena malah semakin menaikkan intonasinya. "Kayaknya lo butuh di ruqyah ya, Na," kata Albi datar, menatap Pena dengan tatapan yang sulit diartikan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

Surat dengan kertas warna merah muda yang disertai bau harum yang lembut. Dengan rasa penasaran ia membuka surat itu. Namun ia urungkan karena kekhawatiran akan perasaannya sendiri adalah alasannya. Sampul surat yang telah dibuka sebagian ditutup kembali. Dipukul-pukul surat itu di tangan. Harun mempertimbangkan apakah akan membaca surat itu atau tidak. “Lho wes bali, Run?” Dewa tiba-tiba muncul mengagetkan Harun. dengan cepat Harun menyembunyikan surat yang di bawanya.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
Alana dan Albert

Alana dan Albert

Ucap Alana dalam pesan teks yang dikirimkannya untuk Albert. Setelah pesan teks itu terkirim Alana terus saja memandangi layar handphonenya sedari tadi, dia berharap Albert membalas pesan darinya dengan cepat. Entah kenapa Alana begitu gelisah menunggu balasan pesan dari Albert. Selang beberapa menit munculah notifikasi balasan pesan dari Albert. Serontak saja Alana tiba-tiba tersenyum dan membuka isi pesan balasan itu. “Pagi juga Lan, sorry baru balas ya. Tadi gue mandi soalnya, ini baru selesai jadi baru bisa bales.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai surat alba
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status