Aku Mundur Kau Hancur, Bang!
“Pak Alva! Tolong jangan salah paham! Ibu Anda sedang sakit! Dia butuh Anda, Pak! Tolong hibur dia selagi Bapak masih di Medan ini. Bapak enggak tahu, kan, rasanya tidak punya Ibu itu seperti apa? Aku, Pak. Aku tak punya Ibu, tak juga punya Ayah. Aku dan Bang Arfan hidup sebatang kara. Bapak tahu rasanya seperti apa? Sakit, Pak. Sedih, pilu, sesak. Berjuta kalipun aku panggil dia di pusaranya, sekalipun tak pernah lagi ada sahutannya. Saya mohon, hormati dan sayangilah orang tua Bapak. Selagi mereka masih ada. Agar Bapak tidak mengalami, sakitnya kerinduan pada orang tua yang telah tiada seperti saya.”
“El!”
“Tolong jangan dibantah! Saya sangat mencintai Bapak. Saya juga sangat merindukan B
Capítulos em Alta