Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Maaf, Kak. Izin bertanya. Yang ngisi suratnya, harus orang tua atau wali, Kak? Gak boleh kita?" Ari mengangguk. "Iya, Sya. Karena orang tua atau wali kalian pasti tahu tentang riwayat kesehatan kalian. Jadi, kalian harus minta izin dari mereka. Meminimalisir kejadian yang gak diinginkan. Paham, Sya?" "Iya, Kak. Terima kasih," jawab Sasya dengan wajah yang terlihat bingung.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

Biasanya, paket itu akan di taruh di meja belajar Amora oleh Bi Daru. Amora meilirik ke arah meja belajarnya. Dan benar saja, ada sebuah paket di sana. Amora mengambil paketnya. Paket dengan kertas cokelat susu yang selalu membuat Amora tersenyum. Di sana tertulis alamat rumah seseorang di Italia. Ya, paket ini adalah paket yang dikirimkan orang tuanya. Amora membuka paket itu dengan antusias. Amora tidak terkejut melihatnya. Seperti biasa, isinya adalah pakaian, kaos, dress, sepatu merk terbaru dan beberapa tas cantik. Alih-alih semua benda itu, Amora justru mencari hal lain. Surat. Ia ingin sekali menemukan surat yang ditulis kedua orang tuanya. Sebuah amplop cokelat terselip di dekat tas.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Untuk Suami

Istri Kedua Untuk Suami

Ia harus membuat kenangan-kenangan berharga untuk orang yang akan ditinggalkannya nanti. Allura pun mengambil beberapa kertas warna-wani dan bolpoinnya. Ia menulis semua apa yang ingin ia sampaikan jika sudah tiada nanti. Ia menulis surat untuk semua orang yang diingatnya. Suami dan anaknya adalah orang pertama yang muncul di pikirannya. Ia menulis surat untuk Rayan di kertas putih dengan corak bunga di sudutnya. To: My Dear
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 580 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
Suamiku Doyan Selingkuh

Suamiku Doyan Selingkuh

“Bucin? Siapa yang bucin, Pak?” “Masak iya harus Bapak jelaskan.” Efa pun diam saja, menggigit ujung bibir bawahnya. Malas menanggapi. Sepertinya juga bakal kalah, kok. “Karena itu ...” Pak Akbar menggantung kalimat bersamaan menyodorkan sebuah amplop putih. “Besok panggil orang tua kamu ke sekolah. Temui Bapak di ruang BK.” Sontak mata Efa membulat sempurna. “Ih, Pak! Jangan panggil orang tua Saya, lah. Orang tua Saya sudah bercerai.”
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
Saat Matanya Terbuka

Saat Matanya Terbuka

[Ucapkan saja rasa pujian kepada guru dan berterima kasih kepada mereka, lalu dorong orang tua untuk bekerja sama dan membantu para guru mendidik anak-anak mereka . [Tidakkah menurutmu itu terlalu klise? Aku benci mengatakan hal-hal yang terdengar omong kosong tetapi tidak berarti apa-apa dalam kebenaran.] [Kalau begitu pikirkanlah sendiri apa yang pantas! Kamu bisa mulai membuat draftnya sekarang.] Elliot membalasnya dengan emoticon seseorang yang menggaruk kepalanya. Setelah semua orang tiba, pertemuan orang tua dimulai.
9.54.8M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180.9K kali sebagai surat buat orang tua
Tampilkan Ulasan (1744)
Baca
+Pustaka
Juli Anty
ceritanya bagus bgt good job author cm skrg kami dipersulit utk membaca tiap bab nya sedangkan novelnya ribuan bab kpn kami selesai baca klo poinnya makin kecil pdhl udh ntn iklan byk tp gk bisa buka bab please author tlog dipermudah ya biar kami makin semangat membaca novel ini maaf ya author ......
Syamsiah
greget bacanya karna panjang sekali,mau berhenti tapi isi ceritanya selalu bikin penasaran.aku tidak percaya ini sudah hari ke 25 aku membaca novel ini... sedangkan novel yang dibukukan setebal kamus bahasa inggris bisa ku selesaikan baca nya dlm waktu seminggu. novel ini bagus banget tiap bab nya...
Baca Semua Ulasan
Cinta Membuatku Takut Kehilangan

Cinta Membuatku Takut Kehilangan

Aku lihat kamu, tapi aku nggak sempat menyapa kamu. Aku tulis surat ini sebagai balasan suratmu satu bulan yang lalu. Aku dibantu Papa. Papa bilang, membalas surat itu penting, jadi Papa mau bantu aku. Aku sebenarnya ingin membalas suratmu dari bulan lalu, tapi aku nggak tahu cara memberikan surat balasanku nanti. Rumahmu dan rumah baruku jaraknya jauh, dan aku belum bisa membawa mobil seperti Papaku.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
Ibu Mertuaku Penuh Drama

Ibu Mertuaku Penuh Drama

Lamunanku buyar oleh suara Ibu yang menghampiriku, kemudian menyerahkan sehelai kertas. Aku mulai membaca tulisan Bapak, lebih tepatnya surat yang ditinggalkan Bapak untuk kami. Ibu ikut membaca di sampingku dengan sesekali menyeka air matanya. Dalam surat itu Bapak berpesan agar selalu menjaga kesehatan Ibu, kesehatan diri dan jangan pernah meninggalkan salat lima waktu seperti yang biasa Bapak lakukan.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

Pesan dari orang tua Susan : "Selamat Sore Nak Sekar, terima kasih sudah membantu dalam proses penyelamatan Susan meski ia tidak selamat. Kami sekeluarga mohon maaf atas kesalahan anak kami selama ini, dan mohon doanya agar arwah anak kami tenang."
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
Surat Cerai Dari Ibu Mertua

Surat Cerai Dari Ibu Mertua

tegas bu Hesti menahan amarah. Chandra masih tidak mengerti dengan ucapan ibunya, ia ingin mendengar alasan yang tepat sehingga bu Hesti terlihat begitu marah, saat itu Roy dan Anita juga tidak bisa berbicara apa-apa selain hanya menunggu bu Hesti bertindak. Bu Hesti tiba-tiba mengeluarkan sesuatu di tasnya, sebuah surat perceraian yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari untuk putranya.
12.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Pemanasan global. Oh, iya, saya telah memutuskan tidak kembali pulang dengan keadaan orang tua saya yang tengah sakit. Tidak apa-apa, saya akan selalu mendoakannya dari kejauhan. Mendoakan kedua orang tua adalah sebuah kewajiban bagi kita menjadi seorang anak. Kita jangan sampai lupa mendoakan orang tua, seburuk apapun orang tua kita. Jika buruk, maka doanya adalah untuk memeohonkan petunjuk untuk mereka. Begitulah wajibnya seorang anak mendoakan orang tua, kapanpun dan dalam keadaan apapun kita.
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai surat buat orang tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status