Sandal Putus
Astaghfirullah, jelas ada perempuan tanpa sehelai benang pun di video yang sedang ditonton Herdi, aku jijik sendiri melihatnya.
“Apa-apaan sih kamu, Ki? Ngagetin aja.”
“Maaf ya aku ganggu kesenanganmu nonton begituan, kertas ini apa maksudnya?!” sambil menahan syok, aku mempertanyakan selembar surat yang kutemukan di kabinet barusan.
Herdi mematikan hpnya, lalu memicingkan mata melihat map dan kertas yang kupegang.
“Kenapa di kertas ini tertulis kamu mengundurkan diri? Kamu bilang diPHK, makanya aku bingung apa alasannya kamu gak dapat pesangon, kenapa kamu resign dari pekerjaan, Herdi?!”
Chapitres populaires