Lelaki Pilihan Surga
“Kamu pernah bertanya tentang rumah. Untuk apa aku menghabiskan tenaga dan pikiranku untuk memikirkan sesuatu yang nyata aku tidak mampu miliki. Sedang, aku pun tidak selamanya hidup. Yang abadi itu, di surga. Dan aku lebih memilih mempersiapkan hunian abadiku di sana.”
Air mata Citra mengalir. Tiba-tiba, ada perasaan yang berbeda hadir di relung hatinya. Dia teringat akan dirinya sendiri. Dia teringat, betapa tidak siapnya ia. Jika sewaktu-waktu, Allah memanggilnya kembali.
“Inilah dunia Cit. Tempat kita berjuang, tempatnya lelah dalam mencari bekal. Menuju kehidupan yang abadi,” sambung Aara, dengan senyuman.
Hot Chapters