Takdir sang Nona Pewaris
Begitu keluar dari kamar, Rey terkejut melihat penampilan Suran.
“Terlalu berlebihan hanya untuk datang ke pesta sampah,” ucapnya, nada dan kalimatnya benar-benar dingin.
Entah kenapa kali ini Wulien setuju, hanya saja gengsi untuk mengiyakan mengingat dia juga masih kesal dengan Rey.
Suran tersenyum. “Hari ini adalah hari baik, kenapa tidak memberikan penampilan yang terbaik juga? Acara yang akan sangat seru, aku tentu akan menikmatinya sambil terus terlihat cantik.”