Qolbu Quddus
Telah di anggapnya sebagai ibu, penganti ibunya, yang semakin hari semakin menjaga jarak.
"Ada apa tuan? Apakah tuan berminpi lagi?" tanya sang Art hati-hati, takut menyinggung perasaan tuannya. Fikri diam menatap Art nya, dengan tatapan sendu. Semakin mempererat pelukannya. Sang Art mendengus pelan, dia tahu apa yang sedang di alami, tuan nya.
Bunga mengerutkan keningnya, melihat dari cctv yang tersambung dilaptopnya, sang Art juga ada di dalam kamar Fikri. Sang Art nampak menghela napas, tidak tega melihat penderitaan tuan nya.
Hot Chapters