Pendekar Pedang Naga
Tangannya meraih gagang pedang emasnya, namun pedang itu terasa ringan, seperti kehilangan daya.
Di lorong itu, cahaya bukan sekadar penerang. Ia adalah ujian—manifestasi dari ketakutan terdalam dan harapan yang tersembunyi.
Dari balik salah satu cermin, sosok muncul: wanita bercahaya dengan mata seperti kristal bening, mengenakan jubah putih berkilau.
“Aku adalah Refleksimu, Arsel. Cahaya yang kau takut hadapi.”