Lintas Takdir dan Kutukan
Di atas batu itu, terdapat sesuatu yang memancarkan cahaya lembut dan murni—Pedang Cahaya.
Pedang itu tampak indah dan mempesona, dengan bilah yang bercahaya seolah-olah terbuat dari sinar matahari itu sendiri. Gagangnya dihiasi permata yang memancarkan aura damai, dan pedang itu seakan menanti seseorang yang layak untuk memegangnya.
“Ini adalah Pedang Cahaya, Ananta,” kata Sekar. “Hanya mereka yang telah melalui ujian hati, jiwa, dan ketakutan yang bisa memilikinya. Sekarang, kau telah siap untuk menjadi pewaris sejati.”
Hot Chapters