Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Istri Kumal

Pembalasan Istri Kumal

Jangan sekarang langit, aku mohon jangan menambah kesialan ini dengan air kirimanmu! "Mas, kok mau hujan?" Kila terlihat panik. Dia berdiri dan mengamati langit di atas teras rumah. Sementara aku, Tentu saja lebih panik. Harusnya hujan tak datang di hari sepenting ini, di musim kemarau juga. Apakah banyak orang yang berdo'a agar air langit itu segera turun? Belum juga kutemukan ide mengatasi masalah ini, tetesan air sudah jatuh ke tanah. Tamat sudah, riwayatku sebagai orang terpandang jatuh dalam Sekejap.
8.9277.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.8K kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
Arisan Bodong Keluarga

Arisan Bodong Keluarga

Namun sayang alam tak mendukung, gerimis mulai turun. " Hujannya tambah gede loh Vi, daripada kebasahan mending aku antar kamu " Adrian kembali bersuara. Novia pun tampak bimbang di sisi lain dia tak mau kehujanan. Mana tak ada tempat berteduh angkot pun tak ada yang berhenti. Untuk pesan ojol pun akan menunggu lama apalagi hujan seperti ini. " Baiklah, ini karena mau hujan saja ya " jawab Novia malu malu sambil berjalan ke arah pintu mobil.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
Take Me Back to Switzerland

Take Me Back to Switzerland

tutur Haris. Mendengar penjelasan Haris membuat Marsha mengerucutkan bibirnya. Padahal perempuan itu sudah lama ingin bersentuhan langsung dengan hujan. Karena bagi Marsha, hujan adalah salah satu momen terbaik. Ia merasa bahagia ketika bertemu langsung dengan hujan karena pada akhirnya ketika sedang sedih, ternyata hujan mampu menemani dirinya. Orang-orang tidak akan menyadari jika kamu sedang menangis di bersama hujan. Hanya dirimu dan hujan lah yang mengetahuinya. Selain itu, mendengar rintik hujan juga membuat hati Marsha menjadi tenang.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
Aku Juga Bisa Selingkuh, Mas!

Aku Juga Bisa Selingkuh, Mas!

Tidak ada perkataannya yang meremehkan, kecuali siang tadi yang mungkin terdengar sedikit jahat. Tapi aku memaklumi, Berliana juga manusia yang memiliki batas kesabaran. Dia juga bisa letih, tidak bisa terus-terusan dituntut untuk mengerti ibu dan adik-adikku yang pada dasarnya mereka tidak bisa diberitahu. Bagiku mereka cukup bebal, keras kepala! *** Benar apa kataku, hujan turun sangat deras membasahi kota. Suara petir saling bersahutan, menandakan hujan tidak akan reda dalam waktu dekat.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

Dia pakai pakaian tertutup begitu dan pandai berbohong pula? Richard memang tidak tahu apa yang dipikirkan Reiko tapi mendengar kebohongan Aida, Reiko yang kini berstatus sebagai suaminya pun tidak menyangka dan sudah berpikir macam-macam tentang Aida. "Ah iya banjir di mana-mana." Tapi memang apa yang dikatakan Aida bisa dipercaya oleh Reiko karena Jakarta tidak ada persiapan soal hujan saat ini. Kemarau panjang membuat hujan datang di bulan Juni. Dan ini fenomena yang terjadi di kota Jakarta sekarang.
967.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Cinta di Bumi Turky

Cinta di Bumi Turky

Author PoV Sekarang bulan Juni memasuki Agustus. Cuaca si Turki Memang kadang tidak bisa diprediksi. hujan deras tiba-tiba saja melanda. Liana berlindung dibawah kanopi, depan gedung warna pastel itu, Hujan disini mengingatkan Liana pada Indonesia. ketika dulu masih Sekolah Dasar, setiap kali hujan. Pasti ada saja alasan untuk hujan-hujanan, tertawa bersama dan tentu saja berkumpul bersama. Rasanya baru kemarin dia bermain hujan dengan semua sepupunya, rasanya cepat sekali waktu berlalu, Liana tersenyum tipis di tengah ingatanya akan hujan.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
Rain do for you

Rain do for you

Meskipun begitu, mereka selalu menjadi incaran para pria. "Hujan!" gumamnya sambil memandang rintik air yang berjatuhan. Ia tersenyum sinis seraya mendengus pelan. Dia merapatkan jubah tidurnya, merasakan dinginnya hujan yang menerjang badan. Terra benci hujan, ia tidak suka. Hujan membuatnya selalu teringat pada sesuatu yang sangat menyakitkan baginya. Dor!
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Ia terus berdiri dalam bisu, membiarkan tubuh basahnya terus dibasahi hujan yang menderas. Hujan yang nampaknya akan terus turun dengan lebat tanpa henti, sampai bulan februari berakhir. Karena bulan ini memang puncaknya musim hujan di negara tropis yang bisa begitu dingin untuk beberapa hati. "Bisakah aku memperbaiki segalanya?" Ucapan yang keluar dari mulutnya bahkan kalah dengan suara hujan. Begitupun langkah kakinya yang berjalan mendekat pada bangunan sepi gedung dua lantai.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 928 kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
Kisah cinta Naomi

Kisah cinta Naomi

Aku minta maaf jika itu mengusikmu” Zhou Tian kembali memohon. Namun aku tetap berkeras untuk tidak ikut dengannya. Tetes-tetes air mulai jatuh dari langit. Aku baru menyadari memasuki bulan Juni cuaca di Hongkong tidak bisa ditebak. Kadang panas terik dan kadang seperti sekarang hujan deras. Angin bertiup kencang. Aku hanya mengenakan blus putih yang tipis sehingga dinginnya terasa menembus kulitku.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

teriak Silver putus asa. Mata Rion tak dapat dibuka. Bibirnya mengering dan napasnya hampir hilang sama sekali. “Aku... Haus!” “Aku tahu! Aku juga sangat haus. Hanya keajaiban yang akan bisa menolong kita.” “Aku berhalusinasi jika hujan benar-benar akan turun pada bulan Juni yang tinggal sehari ini. Jika itu benar akan terjadi, mungkin aku memang penyihir merah yang diberkati!”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status