Tamu yang Tak Diundang
Kuletakkan cangkir teh yang airnya baru saja kuminum ke atas meja.
"Baguslah Nak, Bunda tidak mau nantinya kamu menyesali keputusanmu saat ini. Makanya Bunda sarankan pikirkan baik-baik dengan kepala dingin biar tidak ada penyesalan di kemudian hari," lanjutnya menegaskan.
Aku mengangguk pelan, mengiakan.
"Tapi kamu baik-baik saja kan, Nak?"
Hah? Aku reflek mendongak mengangkat kepala yang tertunduk di hadapannya. Lalu bertanya lewat kernyitan dahi.