Cinta Cita
“Ngapain harus menderita, kalau kita bisa bahagia. Ngapain harus sedih, kalau ternyata kita masih bisa senang-senang. Kenapa harus mengalah, kalau ternyata kita bisa menang. Sesimpel itu.”
“Tapi, buatku hidup nggak sesimple itu.” Cita juga ikut memandang jalan di depan sana.
“Aku tahu,” sahut Kasih sambil mengusap punggung Cita. “Dan kamu hebat, karena sudah bisa berdiri dan bertahan sampai sejauh ini.”
Hot Chapters