Cintaku Tak Menuntutmu untuk Pulang
“Bawalah aku pergi.”
Baru saja Keira selesai berbicara, dia melihat sendiri bagaimana tubuhnya perlahan-lahan menjadi transparan. Dia mengangkat tangannya dan melihat bagaimana arwahnya yang transparan berangsur-angsur menghilang. Dari tangan, kaki, hingga seluruh tubuhnya. Pada akhirnya, dia sepenuhnya sirna.
Tepat sebelum Keira sepenuhnya sirna, dia memandang ke kejauhan dan menyunggingkan seulas senyum. “Paman, selamat tinggal.”
‘Kita jangan bertemu lagi,’ tambah Keira dalam hati.