KAMAR KEDUA
Mulai pukul tiga mereka datang satu persatu menempati kursi di dekat kolam renang.
Sheza di dapur sedang mengaduk adonan pancake untuk Dio. Bocah laki-laki itu duduk di kitchen island sambil melipat tangannya. “Sabar, ya. Masaknya nggak lama, kok,” kata Sheza, tak jauh dari Tuti yang sedang menyiapkan senampan minuman dingin untuk para tamu.
“Semua sudah datang. Lengkap,” kata Tuti, meniriskan sendok lalu menutup pitcher kaca.