MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN
“Kamu tahu nggak? abi sama uma nunggu kamu banget. Tiap hari Ibu cerita tentang kamu. Kamu kecil, tapi kamu udah bikin hati kami penuh. Penuh harap, penuh cinta.”
Arkana diam sejenak, mengusap lembut perut Zaina, lalu membuka mushaf di pangkuannya.
Ia mulai melantunkan beberapa ayat dari Surah Maryam suaranya merdu, tenang, bergetar dengan rasa yang dalam.
"Wa innii khiftu almawaaliya min waraaa’ii wa kaanatim ra-atii 'aaqiran fa hab lii mil ladunka waliyyan."