KAMAR KEDUA
tanyanya.
“Iya.”
Sheza menyipitkan mata kecil. “Bukannya tempat begitu banyak wanita cantik dan seksi?”
Mendengar itu Satria malah tersenyum tipis. “Banyak yang seksi,” jawabnya tenang. “Tapi bisa diliat siapa aja.”
Tangannya naik membelai pipi Sheza perlahan.
“Aku punya yang cantik dan seksi…” ibu jarinya mengusap bawah bibir istrinya pelan, “…dan istimewanya cuma aku yang bisa liat.”