Main Cantik
Bukannya terlepas, Arjuna malah menggenggam tangannya lebih erat.
"Caramu salah! Masa cium tangan suami, yang di tempel ke pipi malah punggung tanganmu sendiri!" protes Arjuna.
"Jadi maunya yang bagaimana?" tanya Lily dengan nada kesal.
"Begini!" Arjuna menundukkan kepalanya dan mencium punggung tangan Lily, dengan cara menempel di bibirnya.
Darah di tubuh Lily serasa berhenti mengalir untuk sekian detik, diperlakukan begitu manis oleh Arjuna. Jantungnya mendadak berdetak berkali-kali lebih cepat daripada sebelumnya.