Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Permainan Kakak Kandungku Yang Janda

Permainan Kakak Kandungku Yang Janda

"Ah iya! Itu bener!" Aku meringis sakit karena tangannya yang segede galon air minum itu melandas keras. Jelas saja sakit, tanganku mungil sedang dia punya gemuk. "Sakit, Nul! Kira-kira kalau mau menepuk badanku! Aku ini 'kan kecil!"
7.346.5K viewsCompletedAdded to Library 976 Times as tangan tangan mungil
Read
+Library
Hello Tunangan (Indonesia)

Hello Tunangan (Indonesia)

Tik Tok Tik Tok Bunyi jam dinding terdengar menggema di kamarnya, Arbel mengeratkan pegangan pada selimut yang sedang menyelimuti tubuhnya. Keringat mengalir di pelipisnya, kepalanya berputar dan matanya benar-benar berat akibat menangis seperti orang gila.
1016.7K viewsOngoingAdded to Library 449 Times as tangan tangan mungil
Read
+Library
KASAM (Pulang Untuk Tenang)

KASAM (Pulang Untuk Tenang)

Namun, semakin lama berhadapan dengan di gadis kecil, ia pun mulai gentar. Tawa kecil yang seharusnya lucu, terdengar tidak sama sekali lucu saat keluar dari bibir mungil si gadis kecil. Ia berjalan perlahan mendekati Mala. Tiba-tiba kedua tangannya yang kurus memegangi pergelangan tangan kanan Mala. Sempat tubuh Mala jengkit. Tangan si gadis kecil sedingin es. Akan tetapi bukan hanya itu, dinginnya tangan si gadis kecil bahkan menembus daging dan terasa hingga tulang.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as tangan tangan mungil
Read
+Library
Perawan 200 Juta

Perawan 200 Juta

Aku membawanya ke taman, menyongsong hangatnya sinar matahari untuk berjemur. Aku membuka pakaiannya, dia menggeliat lucu sekali. Aku mengarahkan tubuh mungilnya agar mendapatkan hangat sinar matahari. Kedua matanya aku tutup dengan kain. Sarung tangan dan kaos kaki juga aku lepaskan. Gemas sekali melihat jari - jari mungil itu. Tangan mungil itu menggenggam telunjukku saat aku memainkan jarinya. "Pagi, sayang."
9.8117.6K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as tangan tangan mungil
Read
+Library
Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Istri Mungil Milik Tuan Tanah

“Bukan ide yang buruk! Tapi kita bisa lakukan itu lain kali karena aku nggak bisa menunggu lama untuk hidangan malamku kali ini.” Dengan sekali sentakan, tubuh mungil Nesa sudah berada di bawah kungkungannya, mengundang pekikan meluncur dari bibir penuh gadis itu. Awan langsung membungkam dengan bibirnya, memagut dengan rakus seraya mengunci kedua tangan si gadis mungil yang berusaha memberontak ke atas kepalanya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as tangan tangan mungil
Read
+Library
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Tubuhnya kini terlihat sangat jelas yang merangkak dengan kedua tangannya yang terlihat sangat kecil, saking kecilnya tangan tersebut makhluk itu jadi terlihat seperti ulat dengan kakinya yang kecil daripada badannya yang terlihat besar. Kedua tangannya hanya terlihat menempel dalam tubuhnya yang besar, pantas saja dia mendorong lemari berkas itu dengan mulut dan wajahnya karena tangan yang ada di tubuhnya tidak bisa berbuat apa-apa. “Eeeee, eee, bentar-bentar aku berpikir dulu!” kata Dudung yang kini semakin panik karena dia semakin ketakutan setelah melihat bentuk makhluk itu yang semakin aneh untuk dia lihat.
9.631.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as tangan tangan mungil
Show Reviews (22)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Read All Reviews
Pendekar Wanita Kahinda

Pendekar Wanita Kahinda

ucap Kahinda sambil duduk dan memangku wajahnya. Sampai 20 menit berlalu, Tampaknya Rangga memang tidak bisa mendapatkan satu ekor ikan pun di sungai keruh itu. Tapi dia tidak diam saja, "sepertinya memang tidak bisa menggunakan tangan kosong." Ucap Rangga memanggil pusaka kecil seperti tongkat yang memiliki bilah pisau. Pusaka itu tampak seperti tombak hanya ukurannya saja yang kecil. "Kaluka!" Sebutkan Tombak kecil yang sekarang sudah di genggam Rangga.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as tangan tangan mungil
Read
+Library
Posesif Alvino

Posesif Alvino

Apalagi tubuh gadis itu yang mungil. Alvin melambaikan tangannya pertanda Alin suruh menghampiri nya. Gadis itu berlari kearahnya. Lihatlah, bahkan dia berlari seperti anak kecil yang kehilangan orang tuanya. "Kemana?" Tanya Alin mendongak kearah cowok itu. Karena tinggi badannya bahkan tidak sampai bahu Alvin. Alvin menggenggam tangan mungil Alin," ikut gue."
9.76.6K viewsOngoingAdded to Library 257 Times as tangan tangan mungil
Read
+Library
Di Ranjang Majikanku

Di Ranjang Majikanku

Sangat kecil sampai hampir tidak terdengar. “Itu cuma sedikit.” “Sedikit apanya?” “Sedikit puas karena ternyata aku benar.” Binar langsung memukul dadanya berulang kali sambil memekik kesal. "Aaaaa!" Rengeknya. Bhaga menangkap pergelangan tangannya sebelum pukulan berikutnya jatuh. “Sudah?” “Belum.” “Tanganmu kecil. Tidak sakit sama sekali.”
9.6840.1K viewsCompletedAdded to Library 26.0K Times as tangan tangan mungil
Show Reviews (43)
Read
+Library
marwatuljannah59 marwatuljannah59
kapan nikahnya ya Bhaga &Binar? greget bgt, pdhl dibikin nikah aja dlu. Bu Nurma mlh dibikin balik ke stelan awal pdhl dia sudah mulai baik sama Binar. stlh Konflik Daniel kirain mau nikah, ehh malah dtg ms lalu .ingin liat binar bahagia jd istri Bhaga. konfliknya udah nikah aj, tapi yang rinagn² aj
Abah
yang diharapkan Bhaga&Binar segera menikah dan bahagia, tetapi bulan msh ingin melihat Binar menderita. Pdhl bu Nurma sdh mulai luluh, tetapi dgn kejadian tertabrak nya Ardan membuat Binar merasa bersalah bgt dan Bu nurma jadi makin membenci Binar. Bosan dgn alur Celia, koq dia kut bgt
Read All Reviews
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Tangannya kembali masuk melalui lubang kecil, menyentuh jari mungil itu, masih lemah dan hhangat. “Adek…” suaranya pelan. “Ini hari besar kita ya…” Matanya mulai berkaca-kaca. “Bunda di sini…” Ia menelan tangisnya. “Kamu jangan takut… ya…” Jari kecil itu bergerak pelan seperti menjawab ucapan Hazel. Hazel tersenyum tipis, air matanya jatuh juga. “Bunda juga takut…” Napasnya bergetar. “Tapi kita harus berani…”
626 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as tangan tangan mungil
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status