ISTRIKU SERING MENANGIS
Kemudian aku pun mengecup punggung tangannya, dan Mas Ardan meminta aku mengecup pipinya.
"Ngapain, Mas?" tanyaku pura-pura ketika ia menyodorkan pipinya.
"Biasanya cium pipi, Sayang, kamu lupa?" tanya Mas Ardan. Ini yang Mayang cemaskan, ia khawatir aku dan Mas Ardan melakukan hal yang tidak senonoh.
"Mama ...." sapa anak kecil yang memanggilku mama. Aku lupa menanyakan nama anaknya Mayang, tapi setidaknya, anak ini menyelamatkan aku dari tuntutan kecupan.