DENDAM
Tante Nita menatap getir wajah Mamah, kemudian ia menunduk dengan mimik wajah yang nampak begitu syok dan terluka.
Suaminya berulang kali berusaha menenangkannya, merangkul pundaknya untuk memberikan kekuatan.
Aku seketika langsung bersimpuh di depan lutut Tante Nita.
"Maafkan saya! Semua memang salah saya. Kalian pantas membenci dan memaki saya."
"Ya, kamu pantas di benci dan di maki. Kalau perlu, kalian pukuli saja lelaki bejat ini, saya tidak keberatan sama sekali."