Tante, Tahan! Nanti Keterusan
Ia memilih menarik kursi kayu dari sudut dan mendudukinya di depan ranjang, menjaga jarak sekitar satu meter demi mempertahankan batas sopan santun.
"Om Rama memang sering pergi dinas lama begini, Tante?" tanya Joni berusaha mencari topik yang aman.
Aya tersenyum getir, menatap cangkir teh yang masih mengepulkan uap. "Dinas? Itu alasan resminya. Aslinya... dia cuma malas aja melihat wajah Tante. Bertahun-tahun sejak Tante keguguran dan dokter bilang rahim Tante lemah, Mas Rama udah berhenti memperlakukan Tante sebagai istri."