Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Niat Menyamar Malah Dilamar

Niat Menyamar Malah Dilamar

Pak Salim tertawa sambil menerima kopi hitam yang disodorkan Bulek Ningsih. Huuft, dasar playboy gondes--gondrong deso--deketin perempuan supaya bisa berboncengan bareng dengan tanpa jarak, kan? Aku kesal, membayangkannya. Den Langit dipeluk erat seorang perempuan yang digonjeng. Mereka meliuk-liuk mengikuti jalanan yang berkelok. Apalagi kalau diterpa hujan, pelukan semakin rapat karena dingin dan berbagi kehangatan. Eh! Kenapa aku kesal? Apa urusannya dia yang playboy atau bertingkah gimana?
1050.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Mulutnya terbatuk dan hidungnya sakit karena kemasukan air. "Saya bertanggung jawab penuh pada semua anggota, Bu! Ini memang lokasi istirahat, tempat aman. Lihat, semua perahu berhenti di sini! Ibu juga tau kan kalau perahu rescue tepat ada di belakang kita?!" "Tapi aku nggak bisa berenang, Elang!" geram Nindya meluapkan amarah. Tangannya sedikit mencengkram bahu Elang karena jengkel.
1011.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 286 Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

ucap Tasya saat merasakan asa gerakan di tubuhnya "Sekali lagi ya," bujuk Loki "Gak, aku udah capek," ucap Tasya lalu bangkit untuk pindah ke kamar lain Melihat kepergian Tasya Loki lalu bangkit untuk mengambil sebuah kamera kecil yang tadi ia sembunyikan di balik tumpukan buku "Kita lihat nanti, akan ku buat kau memohon sampai mencium kaki ku," ucap Loki dalam hati sampil tersenyum penuh arti lalu kembali melanjutkan tidurnya
103.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

suara guntur, hujan badai dan pancaran -pancaran kilat membahana mengelilingi pusaran Raksasa yang berada di laut sekitar Kisiknarmada. Sementara itu tak jauh dari tempat itu terlihat pertarungan sengit yang masih berlangsung antara Raden Sitija dan Prabu Narakasura. Pukulan -pukulan Mereka setiap mengenai bagian tubuh masing -masing seperti bunyi dentuman-dentuman Meriam. Pakaian yang Mereka kenakan pun sampai compang-camping.Badan Mereka kelihatan sangat lusuh. Pertarungan yang membawa kerusakan besar disetiap tempat yang dilewati. Kadang Prabu Narakasura hampir kewalahan ketika Raden Sitija menggunakan ilmu amblas buminya.Tapi dia akhirnya bisa keluar dari seretan Raden Siti
7.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 261 Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

ucapnya dengan tatapan nanar. Bagai hujan badai di siang hari, angin puting beliung menerbangkan apa saja yang ditemuinya, kilatan petir menyambar-nyambar memekakkan telinga, seperti itulah perasaan Narti dan Rosma setelah mendengar ucapan Laila. Mampukah kaki mereka berpijak di atas bumi yang sudah mengecewakan hati mereka berkali-kali? Bisakah bertahan dalam terjangan badai ini? Mampukah melewati hari yang suram ini?
103.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 81 Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
DITALAK SETELAH AKAD

DITALAK SETELAH AKAD

tanya Badai menjauhi Kinarsih dan mendekati Ilham yang kebingungan melihat Kinarsih dan seorang laki-laki yang basah kuyup. "Ilham! Pergi! Pergi!" teriak Kinarsih histeris. Ilham kaget dan semakin bingung. "Lari kata Mamak!" Kinarsih melempar gayung di tangannya ke arah Badai. Benda itu berhasil memantul di punggung laki-laki itu. Badai hanya meringis namun terus melangkah. Kinarsih menghambur mengejar Badai yang mendekati Ilham.
1020.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 765 Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Ia menutup matanya, bersiap menerima kematian yang selalu mengintainya selama ratusan tahun. Namun, sebelum gerbang raksasa itu tertutup rapat, sesosok bayangan menerobos masuk dengan kecepatan penuh. Sebuah jubah tebal terlempar ke lantai. Roselina de Solis melesat menembus badai es yang menyayat kulitnya. Mengabaikan luka goresan es di pipi dan lengannya, gadis manusia itu menerjang langsung ke pusat badai.
103.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 138 Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Awan hitam tidak sanggup menampung air lebih lama lagi. Dia memuntahkannya dengan deras, diselingi petir yang menyambar dahsyat. Pohon-pohon bergoyang menahan badai angin, kolam ikan Same sebentar lagi meluap dan ikannya berlompatan ke lapangan. Same memperhatikannya sejak tadi dari jendela. Badak bercula naik ke teras rumah, dia bersedekap di sana. Aku tidak tahu dia kedinginan atau tidak. Kulitnya kan tebal.
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 61 Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
Fantarna

Fantarna

ambilnya. Ia selalu ingin membuat kristal itu bekerja dan membuatnya pergi entah kemana. Tapi sejauh ini tidak ada berkembangan apa-apa. Hari itu ia sedang di teras loteng istana. Ia sedang menelaah kristal itu. Ia melihat sesuatu yang berputar. Ia mengangkat kristal itu akar tersinari bola langit. Kristal itu memancarkan sinar bola langit. Begitu indah. Taffie juga terpana melihat ini. Tapi kenapa tiba ada badai di depannya. Begitu dekat. Taffie tahu daritadi langit cerah-cerah saja. Kemudian badai itu berputar-putar. Bentuknya pipih seperti perisai. Taffie memasang kuda-kuda siap menyerang apapun itu. Pusaran badai itu kian melebar dan bisa-bisa menghisap Taffie. Taffie kebingungan karena
104.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 104 Beses bilang tasya rosmala mengejar badai
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status