Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Zayn berkata dengan marah, "Apa kamu pikir aku dan Jihan hanya main-main? Kuberi tahu, Grup Mahendra memutus hubungan kerja sama dengan perusahaan Tante Anisa. Pak Arya juga menyebabkan perusahaan Tante Anisa mengalami krisis. Kalau krisis ini nggak diselesaikan, perusahaan akan bangkrut." "Tante Anisa sudah berjanji akan menyerahkan perusahaannya kepadaku dan Jihan. Kamu harus membujuk Pak Arya untuk berhenti menyerang dan melanjutkan kerja sama dengan kami. Kalau nggak, kamu bukan ibuku lagi." Jihan berkata dengan wajah muram, "Betul, Bu. Kami ingin ibu hidup bahagia, tapi jangan membuat kami memutuskan hubungan denganmu."
5.7K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as tatapan nanar
Read
+Library
Dekapan Hangat Sang Mantan

Dekapan Hangat Sang Mantan

Tamparan. Suara itu bergema di ruangan seperti tembakan. Nadia terhuyung ke samping, kepalanya menoleh karena benturan. Di pipi kirinya, bekas merah mulai muncul, tangan Bu Ratna mungkin sudah tua, tapi kekuatan amarahnya masih terasa menyengat. Nadia membeku, tangannya meraih pipinya yang panas, matanya membelalak kaget. Air mata yang sudah mengalir deras semakin deras membasahi wajahnya.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as tatapan nanar
Read
+Library
Sopir Perkasaku, Hamili Aku

Sopir Perkasaku, Hamili Aku

Tatapan Adrian akhirnya terangkat dari dokumen. Matanya bertemu dengan mata Nana. "Ya." Hanya itu. Satu kata yang pendek dan dingin. Dan cukup untuk membuat Nana ingin menghilang dari muka bumi. Dia sudah mengumpulkan keberanian selama lima menit hanya untuk bertanya sesuatu yang sangat tidak penting, dan hanya mendapat satu jawaban pendek? Nana langsung menunduk lagi.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as tatapan nanar
Read
+Library
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Sampai satu foto pun tak mau ditunjukkan? Ternyata adalah wanita bodoh dan kejam yang ada di depanku ini? Kok seleranya bisa seburuk ini? Ternyata, tagihan fantastis senilai satu miliar hari ini bukan salah paham, melainkan penghinaan yang sudah direncanakan sejak awal. Belum sempat aku bicara, dia sudah benar-benar kehilangan kesabaran. “Karena kakak ini mau makan gratis, kita terpaksa menahannya dulu sambil menunggu polisi!”
13.4K viewsCompletedAdded to Library 455 Times as tatapan nanar
Read
+Library
TETANGGA WITH BENEFIT

TETANGGA WITH BENEFIT

୨ৎ M A Y A જ⁀➴ Aldani menyetir pelan di jalan utama Bangora. Aku berusaha fokus memperhatikan restoran, studio tato, bakery, apa saja deh, asal bukan jari-jari panjang dia yang menempel di setir, atau cara dia menepuk paha berototnya sambil bernyanyi pelan.
101.5K viewsCompletedAdded to Library 29 Times as tatapan nanar
Read
+Library
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Lebih mudah jika ia langsung keluar kamar seperti pesan ibunya, sayangnya Andi tidak berniat menuruti saran itu sekarang, ia justru semakin ingin berlama-lama dengan Ana. Ana meminum wedang jahenya seteguk kemudian mendesah lega, cairan hangat itu membuat perutnya lebih nyaman. Ia sama sekali tidak menyadari jika suaranya barusan justru makin membuat Andi panas dingin, Ana mengikuti arah pandang Andi dan menemukan rak kaca berisi action figur dari anime Naruto yang terletak di samping lemari baju. "Gila!" pekik Ana sambil melangkah menuju lemari kaca, matanya berbinar saat menatap tokoh-tokoh kesukaannya itu dalam bentuk mini.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as tatapan nanar
Read
+Library
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Tatapan itu dalam dan penuh arti, “Hanya duduk doang? Mana seru!” Jantung Adit semakin berantakan. Ia paham maksud Renata sebetulnya. Tapi, ia malu, ia tak mau Renata tahu jika ularnya itu tak bisa bangun. “E—mau dipijit?” tanya Adit. “Kamu kok bisa tahan ya…” “M-maksudnya?”
10595.3K viewsCompletedAdded to Library 18.5K Times as tatapan nanar
Read
+Library
Tawanan Hati Sang Penguasa

Tawanan Hati Sang Penguasa

tanyanya tajam. Wanita itu mengangkat gelas sampanye di tangannya, seolah-olah pertanyaan itu tidak terlalu penting. "Gabriella Moretti." Nama itu terasa asing bagi Isabella, tetapi dari cara Gabriella memandangnya, jelas bahwa ia bukan orang sembarangan. Gabriella tersenyum sinis, lalu berbisik, "Victor mungkin membawamu ke sini, tapi jangan terlalu berharap banyak. Aku sudah mengenalnya lebih lama dari yang kau bayangkan."
658 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as tatapan nanar
Read
+Library
TERNYATA AKU YANG KEDUA

TERNYATA AKU YANG KEDUA

ucap Karin diiringi kekehan lirih. "Siap.." sahut Saras memutus panggilan itu. "Bagaimana, apa bisa?" tanya Denis antusias. Saras mengangguk dengan senyum merekah di wajahnya. " Bisa dong, 10 juta bayarannya mas," jelas wanita itu.
5.9K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as tatapan nanar
Read
+Library
Patah

Patah

“Nanti sore ke sini lagi. Lihat sunset.” Nayara menunggu napasnya lebih teratur lalu mengangguk dengan wajah tertunduk. Membuat Manggala merengkuh erat bahu gadisnya, sambil menyambar hemnya. Dia akan memakainya nanti ketika Nayara melepaskan pelukannya. *** [1] HTI = Hutan Tanaman Industri Bersambung
1028.7K viewsCompletedAdded to Library 947 Times as tatapan nanar
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status