Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
HATI ADINDA

HATI ADINDA

“Ya nggaklah, cuma tante Lunar, om Bastian juga Redy yang kakak kenal.” Tidak lama Dinda dan sang kakak pun dipersilahkan disebuah tempat duduk yang sudah dikhususkan untuk mereka dan disambut oleh sang pemilik acara. “Nancy....Adinda....senang sekali kalian datang ke acara tante!” Lunar seorang wanita paruh baya yang tampak cantik dengan pakaian serba glamour itu menyambut Nancy dan Adinda memeluki mereka, sangat antusias menyambut mereka.
1035.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 929 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
Antara Dua Hati

Antara Dua Hati

Sore di kota itu masih cerah, segerombolan burung pipit terbang lalu menepi di atas genteng-genteng rumah penduduk. Seperti biasa, setiap sore Tsabit memberi makan ikan di kolam belakang rumah. Di temani Hana, anak itu tertawa senang kala ikan mas peliharaannya menyambar makanan yang diberikan. “Wah, ikannya banyak, ya,” ujar Razi yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang mereka. “Ini namanya, Didi, ini Dudu, ini Dodo,” tukas Tsabit seraya menunjuk ikan mas dengan ukuran yang cukup besar.
107.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 193 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
Istri Cerewet CEO Anti Skandal

Istri Cerewet CEO Anti Skandal

Tatapan tajam. Nara terdiam membeku. Ia merasa seolah jantungnya jatuh ke lantai. Sementara pria itu, ia hanya menatap sekeliling, lalu... mata mereka pun bertemu. Mahesa Ardhana Wijaya. Kirana mengikuti arah pandangnya. "Eh… Nara.” "Jangan," bisik Nara sambil memejamkan matanya. "Kayaknya… kulkas seribu pintu kamu nyariin tuh," goda Kirana.
799 viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

"Mungkin suatu saat nanti, tidak sekarang, tidak dalam waktu dekat. Dan... aku akan melakukannya dengan kau di sampingku." Dia tersenyum kembali padaku, menyandarkan kepalanya sejenak sebelum menegakkan tubuhnya kembali. Sebelum kami pulang, aku dan Agnia mempelajari rute menuju air terjun Narama. Kami juga melihat foto-foto yang sudah diunggah oleh para pengunjung sebelumnya. Memang indah. Aku dan Agnia tak sabar menunggu 3 hari lagi. ---
10874 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 31 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
Tetanggaku Bukan Mantanku

Tetanggaku Bukan Mantanku

Tata menatap tingkah Byan dengan decakan lirih. "Kamu benar, Ning. Mereka sama-sama nyebelinnamun dengan taraf berbeda." "Emang!"
1017.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 408 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
Perjalanan Cinta Nana

Perjalanan Cinta Nana

“Ayo Mbak antar ke depan! Jangan sampai Nana telat! Nanti Nyonya bisa marah-marah sama Nana.” “Ayo,” jawab Nana girang. Gadis 19 tahun itu menggandeng Atik dengan bersemangat. Kedua kakinya yang terbalut sandal sederhana melangkah dengan langkah teratur menuju halaman depan. “Eh, Neng Nana sama Neng Atik mau ke mana?” tanya Mang Usman. “Nana mau pergi sama bibi, Mang,” jawab Nana girang yang membuat Atik geleng-geleng.
103.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 99 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

‘tapp’ ‘tapp’ ‘tapp’ Jingga melangkah kembali ke dalam kamarnya. Wanita ini kemudian menyiapakan cara terbaik untuk memutus rantai penguntit yang terus mengintip Frans. Entah kenapa, Jingga sangat kesal dan cemburu dengan semua wanita itu. ‘glegkglek’ Jingga meneguk air minumnya, wanita ini langsung merebahkan tubuhnya di sofa bundar kesukaannya.
825.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 515 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

ucap Wandi kepada bapak tua itu. “Iya, iya. Boleh. Pak Atan pimpin ngarit di daerah Sosoan, Pak Yono daerah nursery bakau, sisanya ikut saya. Kita buat jalur biar api tidak merambat ke pemukiman!” ucap bapak tua itu. “Arif! Arif! Mau kemana kamu?” tanya bapak tua itu. “Em.. anu Pak.. Anu.. Oh, ya, senter blor! Kita butuh senter blor buat ngarit Pak! Saya mau ngambil itu,” ucap Arif.
108.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 337 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
Tolong Perlahan, Dokter Nate!

Tolong Perlahan, Dokter Nate!

Begitu Nathan tak terlihat, matanya mulai berkelana ke setiap sudut ruangan. “Benar-benar… mewah banget,” gumamnya pelan. Ia membayangkan apartemennya sendiri—tipe studio kecil dengan dapur sempit dan meja lipat. Bahkan suara tetangga memasak mie instan pun masih bisa terdengar jelas di malam hari. “Dunia ini memang nggak adil,” ujarnya pelan sambil memerhatikan lukisan hitam-putih di dinding yang tampak seperti potret abstrak anatomi manusia.
9.3216.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.4K Beses bilang tatapan nanar
Ipakita ang mga Review (26)
Read
+Library
Penyuka Novel
Ga berniat SPAM tp seriusan aku masih gagal move on utk baca novel2 lain.. re-reading lagi novel ini.. paling suka bagian ariel & nathan pas jadi dokter & murid. Begitu ariel udah pulang dari London, gaya tulisan author udah jadi beda. Tp tetep bagus..mungkin harus bikin season 2??
momominky169
Sebenarnya, masih banyak yang layak direkomendasikan buat genre dark romance. nggak tahu ini pertimbangannya apa. karena banyak seksnya doank? soalnya ya cowoknya plinplan dan menang nafsu aja. ceweknya juga bodoh. masa udah dewasa nggak tahu kalau ML berkali-kali tanpa kondom bisa hamil?
Basahin ang Lahat ng Review
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Janggut tipis tumbuh di wajahnya. Vincent duduk di tangga batu di depan pintu sambil meminum wiski seteguk demi seteguk. Sorot tatapannya tampak kosong. Dia jatuh bebas dari puncak kekuasaan ke dalam jurang. "Putra Telantar Keluarga Gredi", "Hak Suksesi Dunia Bawah Tanah Jatuh ke Tangan yang Salah", "Si Pangeran yang Terpuruk Menangis di Jalanan".
7.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 243 Beses bilang tatapan nanar
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status