Antara Dua Hati
Sore di kota itu masih cerah, segerombolan burung pipit terbang lalu menepi di atas genteng-genteng rumah penduduk.
Seperti biasa, setiap sore Tsabit memberi makan ikan di kolam belakang rumah. Di temani Hana, anak itu tertawa senang kala ikan mas peliharaannya menyambar makanan yang diberikan.
“Wah, ikannya banyak, ya,” ujar Razi yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang mereka.
“Ini namanya, Didi, ini Dudu, ini Dodo,” tukas Tsabit seraya menunjuk ikan mas dengan ukuran yang cukup besar.
Hot Chapters