Kutukan Putri Pulau Cinta
Dia berniat mencuci muka dan tangan, tapi langkahnya terhenti tiba-tiba.
Di bawah bayangan pohon sakura yang daunnya sudah mulai gugur, seorang wanita berdiri di tengah sungai dangkal. Air hanya setinggi pinggangnya. Rambut hitam panjangnya tergerai basah, menempel di punggung dan bahu seperti sutra hitam yang diguyur hujan. Kulitnya putih pucat seperti porselen, kontras dengan air sungai yang berkilau di bawah sinar matahari senja. Jubah merah tua tipis yang dia kenakan sudah basah kuyup, menempel ketat di tubuhnya, memperlihatkan lekuk pinggang yang ramping, payudara yang penuh, dan pinggul yang melengkung sempurna. Tato naga emas di paha kirinya terlihat jelas melalui kain transparan yang
Sikat na Kabanata