DOSA TERINDAH
Di hadapanku, beberapa tetes bening terlihat menetes di sudut mata Tari dan genangan itu juga terlihat di pelupuk matanya.
“Maaf, aku mendengar pembicaraanmu dan Kak Dian tadi,” ucapku.
Dan tetesan bening itu kini membasahi pipinya. “Maafin aku, Aya. Aku ....” Kalimatnya tak selesai, karena kini suara isak tangis lah yang terdengar di ruangan yang berubah jadi hening ini.
Aku membiarkannya menyusut tangis, meski sesekali aku pun menyusut mataku.