Gairah Sopir dan Majikan
teriak Slamet, suaranya menggema di antara tumpukan kontainer tua.
Sebuah tawa sinis terdengar dari balik tumpukan kayu. Anwar muncul dengan penampilan yang sangat berantakan, matanya cekung namun penuh dengan api kebencian yang menyala.
"Hebat lo, Met. Sopir pangkalan kesayangan Baskoro ternyata punya nyali juga," Anwar berjalan mendekat, tangannya masuk ke dalam saku jaketnya. "Gimana berita korupsi gue? Seru kan? Tapi lo lupa satu hal... gue pegang kartu mati keluarga mertua lo."