Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalinya sang Ahli Waris

Kembalinya sang Ahli Waris

Lantai rumah berserakan akan pecahan kepingan mulai dari sebuah tempat berbentuk segitiga sebagai tempat untuk meletakkan abu tembakau. Kemudian sebuah tempat berbentuk silinder, tingginya tak sampai 100 cm, dan dihiasi dengan lukisan ayam jago dan matahari pagi di padang rumput yang luas sebagai tempat untuk menaruh bunga. Serta sebuah tempat berbentuk bulat besar dan cukup tinggi dengan lukisan wajah istri yang sangat ia cintai, yang biasa untuk Tuan Alexi minum. Dan semuanya itu terbuat dari tanah liat.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
PELAYAN TUAN ARTHUR

PELAYAN TUAN ARTHUR

Aku berdiri di atas karpet bermotif, dan di setiap ujung tangga terdapat pot tanaman besar berisi sejenis pohon palem kecil. Pegangan tangannya sebagian besar terbuat dari marmer dengan pinggiran berwarna emas. Lebih jauh ke sisi kanan tangga, ada pintu putih lain yang menuju ke ruangan terang benderang, dan di sisi sebelah kiri juga terdapat pintu serupa. Di balik pintu tempatku berdiri, ada meja kopi dan sofa lengkap dengan satu sofa tambahan di sampingnya.
10125 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

"Tolong letakkan di green house." Beliau kembali mengoreksi. "Bukan. Aku sendiri yang akan mengaturnya nanti." Lalu berpikir sejenak dan melanjutkan, "Tidak... simpan dulu di green house. Jangan sampai terkena matahari langsung." "Baik, Nyonya." Pelayan itu segera membawa pot tersebut dengan sangat hati-hati. Nyonya Pradikusuma masih mengikuti bunga itu dengan pandangan hingga menghilang dari ruang tamu.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Perintah mutlak lalu telepon dimatikan. Sejurus kemudian ponsel Andi bergetar tanda ada pemberitahuan dari aplikasi pesan. Ia baru saja ditambahkan ke dalam sebuah grup bernama "Melepas Perjaka Destra". Andi hanya mengirimkan satu stiker untuk menanggapi sapaan dari teman-temannya dan meletakkan ponsel, terdengar bunyi telepon dan Andi langsung mengangkatnya tanpa memeriksanya terlebih dahulu.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Dhana kemudian melompat langsung ke atas tempat penampungan air. Di dekat sumur, penampungan itu ditutupi lantai beton, menjadikannya titik tertinggi di sana. "Seperti yang kalian lihat, Ratna membawa berbagai macam sayuran raksasa, semuanya berkualitas tinggi." "Usaha ingin kuusulkan untuk menghasilkan uang adalah dengan budidaya sayuran."
8.539.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
Mendadak Talak

Mendadak Talak

Di dinding belakang ruang tengah, di atas pintu menuju dapur bertuliskan Teratai, juga tersedia dua buah meja, yang tiap meja dilengkapi empat buah kursi rotan. Sedang ruangan ketiga jualan tanaman daun yang jumlahnya bisa dapat dihitung dengan jari. Kehijauannya membuat suasana menjadi asri dan natural, berpadu dengan meja, kursi, dan rak buku yang menonjolkan kesan alami. Setiap meja dihiasi pot mini diisi dengan tanaman mint. Hanya di meja bartender tersedia potongan tanaman mawar yang dicelup dengan air di sebuah pot transparant. “Pintu paling ujung itu dibiarkan kosong?” tanya Wahda.
1017.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku

Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku

Di tengah ruangan, sebuah pot keramik kuno berisi bunga misterius itu diletakkan di atas sebuah meja batu besar. Marcella berdiri di sisi kanan, wajahnya merah padam antara rasa malu dan konsentrasi tinggi. Kedua telapak tangannya menempel pada pinggiran pot, sementara urat-urat halus di lengannya tampak berdenyut seiring dengan energi bumi yang ia tarik dari kedalaman fondasi paviliun.
9.821.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
My Boyfriend

My Boyfriend

tanya Max kesal “Cewe kemarin, Farren. Gua ajak dia, kita hunting dimana yang mempunyai spot foto bagus? Lu ada rekomendasi ga?” “Ada 1 tempat yang lagi hits banget. Jadi itu tempat di sekitaran ruko yang masih di daerah kota, kalo dari jarak rumah lu sekitar 10 menit udah sampai. Disana menyediakan beberapa fasilitas, kaya waterboom ala-ala gitu, tentunya juga ada cafe buat nongkrong.” “Terus maksud lu, gua hunting di kolam renang gitu? Max, ide lu jangan aneh-aneh deh.”
9.810.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

“Kenapa? Padahal aku sudah berbaik hati bawain makanan, tapi kamu malah ngusir aku? Stefan memelototi adiknya dan tak sengaja dia melihat di ujung meja terdapat sebuah kerajinan tangan berbentuk pot bunga yang dibuat dari kawat tembaga. Stefan mengambil pot bunga tersebut dan berkata sambil mengamatinya, “Pot bunga ini dan kerajinan tangan yang Nenek pajang kayaknya dibuat oleh orang yang sama.” Sarah memajang kerajinan tangan yang diberikan oleh Olivia di tempat yang mencolok, jadi bahkan orang yang tidak terlalu memperhatikan pun lama kelamaan akan ingat dengan barang itu karena sering melihatnya.
9.55.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201.7K kali sebagai tempat pot
Tampilkan Ulasan (863)
Baca
+Pustaka
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Baca Semua Ulasan
Alam Keabadian : Penerus Para Dewa

Alam Keabadian : Penerus Para Dewa

Tapi setelah melihat-lihat dalam waktu yang cukup lama, ada tempat yang membuatnya mengingat sesuatu. Xiao Long masuk ke sebuah tempat yang di atas pintu masuknya terdapat lambang palu dan perapian. Dipenuhi dengan tungku perapian dan suara berdentum palu serta pria berotot, tempat ini sudah pasti adalah markas dari para Blacksmith!
9.580.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai tempat pot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status