TWELVE
Reiki.
“Ko bengong.”
“Hey, Fidela Rawnies,” Tangannya melambai di depan wajahku, aku mengerjap mataku bertemu dengan mata teduh miliknya.
“Kenapa kamu tegang?” wajahnya penuh tanya melihat aku yang terlihat ketakutan.
“Nggak pa-pa Pak,” tersenyum padanya, rasanya aku ingin tertawa melihat wajah penasarannya itu, membuatnya semakin manis. Astaga Fidela dia dosenmu. Aku menpuk kening.
Hot Chapters