Setitik Nila
ralat Kirana cepat agar tidak ada yang salah paham.
“Hm! Papa sama mbak Nila kesukaannya sama berarti,” celetuk Mila sambil mengambil satu buah ayam goreng yang sudah tersaji di meja makan. “Ayo, Pa, buruan sarapan! Nanti kita kesiangan ke pasarnya.”
“Kita?” Nila yang baru duduk kembali di depan laptop, semakin bingung dibuatnya.
“Aku, tante Kirana, sama papa,” terang Mila mengambil sendok dan garpu yang juga ada di meja makan. “Kamu mau ikut juga, Mbak.”
Bab Populer