Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

“Bunga teratai ini bernama kembang teratai pucuk sukma, Sumirah.” Ki Lawu kini sudah berada di kediaman Permana, kepalanya mengangguk-angguk seperti burung pelatuk, bibirnya yang hitam karena sering menghisap rokok tembakau tengah berkomat-kamit, sementara itu sang tuan rumah terkapar pingsan di atas ranjangnya.
9.750.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
Mantan Terindah

Mantan Terindah

"Dari dulu aku sama sekali nggak tertarik buat punya pemikiran yang sama kayak kamu." "Lebih enak kalau kita di sini." Rayhan menjelaskan. "Di sini udaranya seger, nggak ada asap kendaraan, cukup sepi, nyaman, dan tenang. Kalau boleh milih, aku lebih suka tinggal di sini daripada di Jakarta."
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

jawab Abimana tegas. Raniya tersenyum. “Kalau gitu, sini! Aku mau Om kasih tau aku rasanya surga dunia itu!” “Kamu mabuk, Raniya?” “Enggak,” jawab Raniya cepat, satu tangannya turun begitu nakalnya, membelah yang merah dan memainkannya. “Yaudah, eum … Aku sendi—” “Diam!” sergah Abimana memposisikan dirinya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
TERGODA AYAH SAHABATKU

TERGODA AYAH SAHABATKU

Suara musik dari halaman belakang berdentum hingga ke depan, bercampur riuh dengan teriakan teman-teman kami. "Cepat, pestanya sudah mulai!" seru Irish langsung melompat keluar dari mobil. Dia terbirit-birit melewati pekarangan samping menuju tempat pesta. Aku mengikutinya dengan langkah lebih santai. Mataku menyisir pekarangan rumah luas itu. Sangat indah di bawah sinar matahari senja. Rumput hijau terpangkas rapi, lampu taman mulai menyala satu per satu, ditambah aroma bunga dari kebun belakang samar terbawa angin.
9.965.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
Tertipu Rayuan Maut Pak Polisi

Tertipu Rayuan Maut Pak Polisi

“Kamu tahu nggak, Sya? Aku jatuh cinta sama caramu bikin aku kerja keras buat dapetin kamu. Perempuan lain gampang luluh sama rayuanku, tapi kamu? Kamu bikin aku harus berusaha. Itu bikin aku makin gila sama kamu.” Pipi Alisya merona. Ia menunduk, merasa malu sekaligus bahagia. “Mas bisa aja merayu…” “Merayu istri sendiri itu bukan dosa, kan?” Dhimas terkekeh, lalu mendekat, bibirnya kembali menyentuh kening Alisya, lalu turun ke pipinya. “Mulai sekarang, aku bakal merayu kamu tiap hari. Biar kamu selalu ingat kalau kamu istri yang paling cantik di dunia ini.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
Terlena! Tusukan Mas Juki

Terlena! Tusukan Mas Juki

ucap Nadine seraya beranjak pergi ke belakang rumah. Sepertinya Juki memang suka berada di alam terbuka. Benar saja, pria itu sedang sibuk menusuk sate-sate nya untuk ia jual hari ini. Sambil bernyanyi-nyanyi kecil, Juki menusuk satu persatu satenya. Baik sate ayam, kambing, maupun sapi. "Tusuk, tusuk, owowowo, tusuk, tusuuukkkk...hobah! Tusuk sana, tusuk sini, sangat mengasyikkan, ahhhh aseeekkk!"
1063.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
Terhasut Rayuan Presdir Dingin

Terhasut Rayuan Presdir Dingin

"Heh perempuan mandul! Kau harus sadar diri siapa kedudukanmu di sini? Kamu itu hanya alat pelunas hutang, yang bahkan sama sekali tidak berguna!" Riani menghempaskan tubuh Amira hingga perutnya terbentur meja makan. Sikap kasarnya membuat Amira meringis menahan rasa sakit hati, dan menatapnya penuh dendam. *** "Happy Birthday, Daddy. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang." Sehari berlalu sejak kejadian hari ini. Malam ini pesta ulang tahun Marion Vegas ke-72 tahun di adakan di sebuah aula Hotel Semusim yang terkenal akan fasilitas mewahnya.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sebelum pergi seperti biasa Agista pergi ke danau untuk menemui dan curhat pada bunga teratai yang ada di sana. "Hai teratai, aku akan pergi. Aku ingin menghapus semua kenangan buruk yang ada di sini dan mencari kehidupan baru. Selamat tinggal, jika suatu saat Yuda datang padamu dan menanyakan keberadaan ku tolong jangan katakan aku di mana!" Seperti bicara pada manusia saja, Teratai memang sahabatnya sejak lama. Karena dia tidak memiliki sahabat dekat, hampir semua teman-teman sekolah dia menjauhinya dengan alasan miskin.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
Janji Sebelum Rasa

Janji Sebelum Rasa

“Ya udah, aku tumbuk, deh.” Rey mulai menumbuk buah-buahan yang sudah diiris. Tyas berdiri di sampingnya, mengawasi setiap gerakannya. “Kak Rey, tambahin terasi dong sedikit biar tambah mantap,” pinta Tyas. Pandangannya tidak lepas dari ulekan, air liurnya terlihat tertelan. Ia sudah tidak sabar. “Terasi?” Alis Rey bertaut, membentuk lipatan di dahi.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
GAIRAH LIAR PASANGAN MUDA

GAIRAH LIAR PASANGAN MUDA

tutur Raymond seperti orang tua ke anaknya. "Siap papa" jawab Ayara manja. Raymond dan Ayara berangkat siang, sebuah Jeep 4WD hitam membawa mereka lewat jalanan bersalju yang sepi banget—cuma sesekali ketemu mobil lain. Tujuan tour pertama ke Geysir. Uap putih tebal naik dari tanah, bau belerang samar, Strokkur geyser meletus setiap beberapa menit—air panas nyembur tinggi dengan suara “boosh” keras.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai teras rayu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status