Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Biarkan Aku Bahagia

Biarkan Aku Bahagia

Biarkan Aku Bahagia. Part 5. Aku mencoba mengikhlaskan semua yang telah terjadi. Menyesal pun tiada guna. Kaca yang rapi telah retak berkeping-keping tak akan mampu tersusun kembali. Aku harus mampu menghadapi kenyataan pahit yang mungkin di depan akan ada ombak besar menghadangku. “Dik! Maafkan Mas!”
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Aku Mengalah

Aku Mengalah

Aku tak ingin semua ini terjadi, aku tak bisa menerima semua ini. Afi tampak berpikir tentang permintaanku dan ia pun akhirnya menyetujui. Senangnya hati ini, ini bagaikan lampu hijau yang menandakan dia tak sepenuhnya marah padaku.
1050.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Nah, kau sudah tahu. Aku yakin kau tidak tenang, kan? Dia mungkin bisa sedikit membantumu. Tapi kembali lagi, proses pengendalian kemampuan tak bisa instan seperti itu. Kau harus... bersabar, menerima dirimu terlebih dahulu.” “Aku tidak benar-benar mengerti,” ujarnya. “Kurasa aku sudah menerima.” “Ada banyak caranya,” kataku. “Setiap orang juga punya caranya masing-masing. Terkadang kita menganggap sudah menerima, padahal kita masih mencoba mengutuk kemampuan karena semua yang menimpa kita. Maaf kalau aku lancang, apa kau pernah benci kemampuanmu karena sesuatu?”
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 713 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Hampir Hilang Karena Penasaran

Hampir Hilang Karena Penasaran

Dan sekarang aku tidak lagi menghindar dari pengingat itu. Aku tidak lagi berkata, “Sudahlah, lupakan.” Karena melupakan bukan solusi. Mengabaikan bukan penyembuhan. Menerima… itu yang menenangkan. Aku menerima bahwa aku pernah salah arah. Aku menerima bahwa aku pernah terlalu percaya diri. Aku menerima bahwa aku pernah meremehkan konsekuensi. Dan penerimaan itu tidak membuatku lemah.
418 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Bukan Suami Sempurna

Bukan Suami Sempurna

Aku memang tidak sempurna seperti dia, tapi aku tulus sayang dan berbakti sama kamu, Mas,” kata Kanaya menatap netra Raka sendu. “Tak perlu jadi yang sempurna untuk bahagia. Bahagia itu bukan tercipta dari hal yang sempurna, tapi penerimaan. Dan saat kamu mau menerimaku dan melepas mimpimu, aku bahagia. Aku bahagia karena aku adalah hal yang terpenting dari pada segala mimpimu,” ungkap Raka, ia mengecup kening Kanaya lembut, “Kita harus segera tidur, sayang. Besok pagi bukankah kita harus menemani Adam ke sekolahnya. Adam perdana tampil, kita harus mendukungnya.”
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Malang

Adik Ipar Malang

"Seandainya aku menutupi kekuranganmu, maukah kamu menutupi kekuranganku? Kalau aku menerima kamu apa adanya, maukah kamu menerimaku juga apa adanya? Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Bersediakah kamu menjadi pelengkap, agar hidupku menjadi sempurna? Kamu mungkin tidak sempurna, tapi kamu akan selalu menjadi dirimu. Kamu adalah kamu, dan aku menerima kamu apa adanya. Aku harap kamu juga sebaliknya padaku. Apa masih ada yang kamu ragukan?" Aku menggigit bibir kuat-kuat. Menahan isakan yang hendak keluar dari bibir, karena kata-katanya yang seakan menyindir hatiku. Ya, mana ada orang yang sempurna di dunia ini. Tentu saja aku akan menerima semua kekurangan dan kelebihan pasanganku
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Andrewi terlalu sempurna bila hanya berakhir dengan orang sepertiku. Sebaiknya aku menyadarkan diri bahwa kebahagiaan ini sudah cukup. Ketamakan ini harus diakhiri. ... “Maafkan aku yang tamak ini menginginkan semua. Apapun yang terjadi. Apapun yang menjadi rencanaMu, Tuhan. Aku menerima semuanya. Jadilah seperti yang Engkau ingini di dalam hidupku, Bapa. Amin”
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Married? Insya Allah

Married? Insya Allah

Meskipun aku bersikap baik-baik saja, sebuah kewajaran jika aku sempat merasakan perasaan semacam itu. Saat aku di terima dengan apa adanya diri ini sebagai manusia seutuhnya, tanpa membedakan, tanpa diskriminasi, rasa lega dan rasa syukur itu terasa memenuhi hati, hingga aku tak mampu berkata apa-apa. Hm ... Tuhan memang Maha Cinta.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Istri Kaya yang Terluka

Bangkitnya Istri Kaya yang Terluka

Kali ini lebih dalam. “Kalau ditanya begitu… aku tidak tahu pasti, Saka.” Nada suaraku mulai melembut. “Aku belum sepenuhnya bisa bilang bahwa aku tidak mempermasalahkan. Tapi aku juga tidak bisa bilang menyesal. Mungkin... aku hanya sedang belajar menerima. Belajar menjalani takdirku, sebisaku.” Saka memelukku pelan. “Maaf… karena harus membuatmu melewati semua ini.”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Terlebih, sosok Azka di rumah ini sudah lebih dari cukup untuk menenangkan debur ombak yang menyerang dermaga hatiku. Dengan penuh keikhlasan di dada serta penerimaan akan takdir yang seolah antara mau dan tidak berpihak pada diri, kuucapkanlah kalimat dengan begitu tenang pada sosok perempuan kejam di hadapanku ini. “Baik, Ummi. Aku menerima segala keputusan yang Ummi buat.”
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 676 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status