Pengantin Pengganti
Ucapannya membuatku tertarik seperti oase di padang pasir, aku memang galau sangat ingin lekas menuntaskan perkuliahan dan mengimplementasikan kebisaan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris.
"Kamu mau mencoba? , Awalnya bisa sebagai assisten praktisi senior dulu, hitung-hitung mengasah kemampuan sambil mengenal komunitasnya dulu."
Aku masih diam belum siap menerima tawarannya.
"Sulit juga mengatur jadwalnya dengan kuliahku," kilahku beralasan.
"Astaga Alia, untuk menterjemahkan dokumen kamu cukup dibantu fasillitas seperangkat software, kemudian editing. Aku akan mengatakan pada Erlan agar membelikanmu seperangkat software...."