WARISAN DARI BAPAK
Karena ini sudah pukul lima sore, tapi tak kelihatan batang hidungnya anak semata wayangku itu.
"Ke mana Naura, Ma?"
"Lagi main di rumah Adi."
Adi adalah anak dari keponakan Mama. Aku hanya mengangguk kemudian masuk ke kamar mandi karena badan sudah terasa lengket.
Setelah mandi, aku masih saja memikirkan pekerjaan yang ditawarkan oleh Dono. Apakah harus kuambil? Tapi bagaimana dengan konsekuensi yang harus kuambil?
"Mas, semenjak Ibu pergi, kamu jadi sering ngelamun gini. Kenapa, sih? Ditanyain juga diem aja."