Karena Utang, Dinikahi Sultan
“Bapak memanggil saya, ada apa ya, Pak? Amara memberanikan diri membuka percakapan.
Pak Burhan tidak langsung menjawab. Ia justru menatap Amara lama, seolah sedang memastikan bahwa wanita di depannya adalah orang yang sama dengan yang dulu ia percayai sebagai guru muda teladan.
“Bu Amara, tahu … beberapa bulan lalu, ketika seorang pria datang ke sini mengaku sebagai suami Ibu, meminta izin karena Ibu sakit, saya sempat berpikir, ‘Ah, anak ini memang benar sudah menikah. Meski ditutupi, mungkin karena alasan pribadi.’ Tapi saya menghargai keputusan Ibu untuk menjaga privasi.”
Amara menunduk. Jantungnya berdebar keras.
Hot Chapters