UNPLACED
“Teteh bikinin kopi, ya?”
Teh Euis. Rambut perempuan itu acak-acakan. Lingkaran bawah matanya gelap laksana panda. Meskipun tetangganya itu berusaha menyembunyikan, tapi Vika tahu kalau ada kegelisahan tercermin dari matanya. Dia melirik ke bagian paling belakang rumah petak dan menemukan berbagai alat perkakas berserakan di lantai tepat di sebelah kardus kosong yang terguling. Tahulah dia, Mas Ucok, - suami Teh Euis -, tidak pamit bekerja sebagaimana cerita Teh Euis kemarin.
Mata Vika dan Teh Euis saling berpandangan satu sama lain. Kemudian, tetangga Vika itu mengedikkan bahu. “Semua bajunya dibawa, Vik.”
Hot Chapters