Terjerat Pesona Mama Temanku
bisik Tigar panik.
Adit buru-buru menoleh. Jantungnya berdetak cepat. Namun yang muncul dari balik semak hanyalah seekor anak kucing kecil berwarna campuran orange dan putih, tampak kurus dan kusut. Kucing itu mengeong pelan, lalu mendekat, mengendus sepatu Adit, dan mulai menggosokkan badannya dengan manja.
“Hah? Kucing?” Tigar melotot. “Sial, bisa-bisa kita ketahuan gara-gara ini.” Ia mencoba mengusirnya pelan. “Cing, pergi sana … nanti kita celaka!”