The Calendula
Kali ini, terlihat jelas ketulusan di kedua bola matanya itu.
"Demi Tuhan, aku menyesal. Aku baru menyadari jika kaulah satu-satunya orang yang masih menolongku. Orang-orang yang dulu kupikir selalu mempedulikanku, entah mereka kini di mana. Di saat seperti ini, mereka tiada. Aku tidak peduli, alasan mengapa kau menolongku. Aku yakin, kau tak hanya menolong nyawaku, tetapi juga pembiayaan rumah sakit ihi dan segala sesuatunya. Aku benar-benar sangat berterima kasih padamu, Tiff, Aku tidak tahu bagaimana membalas jasamu ini. Tetapi, aku berjanji akan mengingatnya. Kau tahu? Ini kali pertamaku memiliki seorang teman sejati. Aku sangat senang."
Hot Chapters