Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Darian mengangguk sambil menegakkan tubuh, akhirnya menatap penguasa kastil itu. Duke Cornwall—ayah dari Duchess aneh itu—pria paruh baya penuh uban, dengan senyum lebar. Tapi ada warna putih lain yang lebih menarik perhatian dari wajah itu—iris di matanya yang berkabut. Seperti yang dikabarkan, Duke Cornwall hampir buta. Tidak bisa disembuhkan, dan semakin lama akan semakin buta. Tapi buta pun, Duke tua itu masih bisa mengintimidasi. Badannya sangat tegap, tongkat yang ada di tangannya jelas berfungsi sebagai ‘mata’, bukan alat penopang tubuh.
1020.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 762 Beses bilang the duke and i
Read
+Library
Putri Buangan Jadi Kesayangan

Putri Buangan Jadi Kesayangan

Tesa menjawab lembut dan sangat sabar. "Tidak ya?" Ia mengulang kata itu seolah mencicipinya. Lalu tertawa pendek, tanpa humor. "Tetap bukan alasan untukmu mangkir dari melihat kondisiku, bukan?" tanyanya tajam. "Aku Duke. Seluruh kastil ini bergerak sesuai waktuku." Langkahnya mendekat, sepatu botnya menghancurkan rumput basah. "Tapi perawatku memilih mengirim surat. Di dalam kastilku sendiri!"
104.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 154 Beses bilang the duke and i
Read
+Library
Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk

Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk

“Ini memang masih belum larut, tapi … aku ingin pulang lebih awal.” Mengingat bahwa putranya sudah lelap seperti itu, dan juga dalam lubuk hatinya sendiri, ia ingin menghabiskan waktu tuk berduaan dengan istrinya, Qilistaria, yang telah lama ia tak jumpai, … jadinya, sang Duke of Aesundaeristha tersebut pun memutuskan hal demikian. “Dimengerti! Silakan masuk dengan nyaman, Tuan Duke! Nyonya Duchess!”
4.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 156 Beses bilang the duke and i
Read
+Library
Kesempatan Kedua Duchess Tidak Berguna

Kesempatan Kedua Duchess Tidak Berguna

"Saya mengeri, Tuan!" *** Di lorong istana yang luas, Andrew berjalan dengan tenang walaupun hampir seluruh perhatian tertuju padanya. Sebagai seorang Duke, terutama gelarnya sebagai Duke of Alison, Andrew tidak memerlukan ijin siapa pun untuk memasuki istana sesuka hatinya. Namun sejak dia yang mengambil posisi sebagai Duke, Andrew hampir tidak pernah datang ke istana jika tidak ada urusan yang penting. Andrew bukan tipe pria yang senang dengan keramaian. Dibadingkan terlihat dengan orang-orang menyusahkan yang senang berkeliaran di sekitar istana, Andrew lebih suka mengunjungi wilayah kekuasaannya untuk membereskan masalah yang mungkin terjadi di sana. Mungkin hal itu juga, yang menyebabka
9.428.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang the duke and i
Read
+Library
Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!

Duke Dregory, Nona Tidak Ingin Menikah!

Ia hanya berdiri beberapa langkah di depannya, menatap Siera dengan ekspresi yang sulit dibaca, antara tenang dan terlalu santai untuk situasi seperti ini. “Ngomong-ngomong,” akhirnya ia bersuara, nada suaranya ringan seperti sedang membicarakan hal yang tidak penting, “Duke tidak ada.” Siera sendiri mengernyit sedikit. Ia menatap Dior lebih tajam. “Jadi itu mengapa Anda berani masuk ke dalam kastil?”
9.934.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 963 Beses bilang the duke and i
Read
+Library
Aku menolak ending novel ini!

Aku menolak ending novel ini!

Ia mengenakan gaun beludru berwarna hijau zamrud dengan sulaman perak di bagian pinggang yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang kini tampak lebih berisi dan sehat. Sejak kejadian di Hutan Kabut Ilusi dan percakapan jujur mereka di taman kemarin, suasana di kediaman Duke berubah drastis. Para pelayan tidak lagi berbisik dengan nada takut; mereka justru sering tersenyum melihat bagaimana Duke mereka, Killian, yang dulunya dingin dan kaku, kini sering terlihat mengekor di belakang Nara seperti serigala yang telah dijinakkan.
679 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang the duke and i
Read
+Library
Dinikahi Grand Duke Beracun

Dinikahi Grand Duke Beracun

"Aku sudah baik-baik saja, lagi pula ada Emma di sini. Apalagi yang perlu kau cemaskan? Lekas pergi dan lanjutkan pekerjaanmu." "Kalau begitu aku akan membawakan pekerjaanku ke sini," ujar Yuksel sangat antusias dan mulai berjalan pergi. Kimberly berdecak kesal. Karena sulit sekali membuat pria itu pergi. Sementara Emma sudah terkekeh jelas membuatnya menoleh. Emma langsung menggenggam tangannya. "Sepertinya Grand Duke sudah sangat tergila oleh Lady. Saat mendengar kabar Lady ... tubuh Lady lemah. Grand Duke berlari seperti kehilangan harta paling berharga di muka bumi ini."
6.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 196 Beses bilang the duke and i
Read
+Library
A Love- Hate Affair 'The Northern Duke's Touch'

A Love- Hate Affair 'The Northern Duke's Touch'

Para dayang buru-buru membungkuk, lalu beranjak pergi dengan langkah cepat, ekspresi ketakutan tergambar seiring langkah-langkah mereka sebelum tiba di hadapan Tuannya. •Aula utama singgasana penguasa• Duke Aaron tengah berbaring santai di singgasananya, satu kaki terangkat ke sandaran tangan kursi, sementara tangannya yang kuat menggenggam gelas anggur merah. Di sampingnya, Dominic berdiri, sesekali meneguk minumannya sendiri. Mereka tengah membicarakan misi dan strategi perang dengan lebih santai, hingga suara langkah tergesa-gesa terdengar memasuki ruangan.
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang the duke and i
Read
+Library
Aluna's Story: Transmigration to Become Duke's Wife

Aluna's Story: Transmigration to Become Duke's Wife

"Ah, Duke, tunggu sebentar!" "Ya, Yang Mulia?" Yang memanggil Duke adalah Raja Altar, Raja dari seluruh negeri Prosperous. "Maaf jika mengganggu waktu cuti anda, Duke. Tapi, aku benar-benar membutuhkanmu. Kau pasti tau tabiat para bangsawan, terlalu egois, aku membutuhkanmu agar mereka tak berani membantah," sesal Raja Altar pada Duke Zein.
51.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang the duke and i
Read
+Library
Queen of Shield - Putri Sang Duke

Queen of Shield - Putri Sang Duke

Napasnya memendek dan keringat dingin dengan cepat memenuhi dahinya. Di Kerajaan Elinor, duke dengan pamor paling mengerikan di antara ke-empat duke yang lain adalah Duke Black Leander. Pria itu paling muda di antara mereka, tetapi ia yang terkenal paling beringas di medan perang. Black Leander terkenal tak punya belas kasih ketika membantai musuh. Dan ia adalah satu-satunya duke di Kerajaan Elinor yang mampu memukul mundur ribuan prajurit dari kerajaaan penjajah hanya dengan pasukan milik dukedom-nya sendiri. Ia memenangkan pertempuran tersebut tanpa sedikit pun bantuan dari pasukan kerajaan.
1027.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang the duke and i
Read
+Library
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status