Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Tahun Jadi Istrimu

Satu Tahun Jadi Istrimu

Ia seolah berkata tanpa suara. ‘Tenang saja, kau aman bersamaku.’ *** Beberapa hari kemudian, Karan mengajak Tavira ke taman bunga yang baru dibuka di pinggiran kota. Pagi itu langit cerah, awan putih tipis menggantung seolah melengkapi lukisan alam. Hamparan bunga berwarna-warni menyambut di depan mata, mulai dari mawar, tulip, hingga lavender yang harum.
1035.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 810 kali sebagai the flower we saw that day
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Liani April
Halo teman2, Harusnya cerita ini tamat hari ini, tapi editorku meminta bukunya diperpanjang sampai Desember. Jadi, kuharap kalian masih mau menemani kisah Tavira dan Darian sampai tamat nanti. Siap2 kisahnya akan makin intens dan baper, so kutunggu komentarmu. Terima kasih banyak sudah membaca~
Aurora Aurora
praaahh bnget, istrinya di kasih bekasan dr si Jalang Delaney ..!!! dr awal ciuman pertamanya buat Sijalang aja bikin MALES BACANYA,!!! jangan² Darian pernah BERTUKER PELUH sama si Jalang Delaney,!! jadi tambah males gw,!! CEO tapi TOLOL, GA BISA TEGAS, GA PUNYA KEBERANIAN UTK LINDUNGIN ISTRINYA
Baca Semua Ulasan
GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

Audrey juga datang lebih awal, mengenakan apron cokelat barunya dengan bangga. "Canna, lihat tokomu sekarang," bisik Ibu sambil menggenggam tanganku erat. Kami berdiri di depan jendela kaca besar yang menampilkan deretan bunga matahari dan krisan. "Ibu tahu ini tidak mudah, tapi Marigold itu bunga yang kuat. Kamu adalah Marigold Ibu."
10582 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

"Dia... dia mengirimiku bunga hari Senin yang lalu." "BUNGA?!" seru Varel. "Bunga apa? Kenapa kau tidak cerita padaku atau pada Firli?!" "Hanya bunga aster kecil, Mas! Bukan karangan bunga pernikahan!" sahut Vani. "Aku tidak cerita karena itu privasiku!" "Lalu apa lagi?" tanya Firli, terdengar sangat menikmati drama ini. "Lalu... kami sering W******p-an setiap hari," aku Vani.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

"Eh?" Dia menunjuk salah satu tanaman dengan rasa ingin tahu. "Ini, sepertinya mirip kupu-kupu." "Kebetulan sekali." Zenith memeluknya, satu tangan menggenggam tangannya, "Ini adalah bunga kupu-kupu." "Ah?" Kayshila tertawa, "Benarkah?" "Ya." Kayshila terpesona, "Tidak terlihat, kamu suka bunga ini?"
9.6753.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.4K kali sebagai the flower we saw that day
Tampilkan Ulasan (127)
Baca
+Pustaka
Dini Ratna
knp g kelar2 ceritanya, smp cpek yg baca, selalu aja ada mslh, knp g slesai dr dlu2, pdhl yg lainnya cma smp episode ratusan sdh tmat tp ini smp ribuan msih blm tmat2, segera ditmatkan dan happy ending dan gnti cerita baru yg seru lg, untuk penulisnya mohon segera dislesaikan ya, biar g bosen pmbaca
chesey kala
ni cerita bagus awalnya,tp udah bab 259 knp cuma muter" slh paham terus,udh rela toup up berkali" buat nonton, sampek ilang mood buat baca bab selanjutnya,spil dong yg udh baca ampek bab terakhir,zenith tau kebenaranya di bab brp?biar gue loncatin,apa bakal seumur hidup ni nggk kelar",mau nyerah ...‍
Baca Semua Ulasan
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Aku mengikuti saja kemana Lingga membaku. Hanya ladang bunga Edelweiss ini yang sama seperti sebelumnya. Tempat ini begitu membuatku jatuh hati. Sangat indah sekali. Lingga memetik setangkai bunga Edelweiss. "Semoga cinta kita akan abadi!" ucapnya sambil memberikan bunga Edelweiss itu kepadaku. "Iya, " jawabku dengan penuh senyum.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Sorry, cause I Love You

Sorry, cause I Love You

Tempat yang sempurna untuk merencanakan hari ini. "Ada penjual bunga, Amm. Aku ingin seikat tulip merah untukmu." "Tulip merah? Kau benar. Aku menyukai bunga itu sekarang, sangat menyukainya." Mata Ammy berbinar. "Aku tidak pernah salah tentangmu." Jack menghela napas panjang. Memanggil si gadis bunga. Membeli seikat bunga tulip merah dan menyerahkannya pada Ammy.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

ucap Agatha. "Ohh yaudah. Tar, Lo duluan aja kita mau ke taman bentar," ujar Yoga yang hanya dibalas anggukan oleh Tara. Setelah sampai di taman, Agatha menghampiri sekumpulan bunga-bunga kecil dengan kelopak berwarna putih bersih dengan mata berwarna kuning. Ya, bunga daisy. "Kamu mau metik bunga itu??" tanya Yoga yang melihat Agatha hanya menyentuh dan melihatnya.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Rahasia Hati Mafia Dingin

Rahasia Hati Mafia Dingin

“Kau memang tahu caranya membuat hari-hariku jadi lebih cerah.” Ruby menatap bunga itu sejenak, lalu berkata, “Aku senang kalau Nenek menyukainya. Bunga lily adalah bunga kesukaan Mama, jadi selalu terasa hangat kalau melihatnya.” Nenek Lina mengangguk pelan. Matanya lalu melirik ke luar jendela, menikmati cahaya matahari sore yang mengintip lewat tirai tipis.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai the flower we saw that day
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
SAMBI🏝GEMBUK
lalu yg pantas untuk ruby pria seperti apa Nio... jangan begitu lah. semua orang punya masa lalu semua orang punya kisah kelam bolehh dulu jadi bajin94n. tapi yg penting sekarang dan ke depannya bisa merubah diri memantaskan diri menjadi lebih baik nio
bian cilla
ceritanya menarik recommended buat di baca kisahnya penuh misteri dan bikin penasaran endingnya apakah perjalanan sang mafia bisa bersatu dengan sang wanita yang datang di hidupnya menerima apa adanya????
Baca Semua Ulasan
Bukan Menantu Sampah

Bukan Menantu Sampah

jawabku sambil mengangguk, kami berempat pun meninggalkan sungai dan bergegas. Setelah berjalan sekian lama, akhirnya kami sampai di sebuah pedesaan kecil. Sepanjang jalanan tumbuh bunga sawi berwarna kuning dan banyak orang yang sedang bercocok tanam. "Bunga sawi disini sangat cantik." Aku melihat hamparan bunga sawi, sambil menikmati hembus angin, semerbak tercium aroma yang sangat wangi sekali.
6.87.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

“Aku akan ingat itu, Ma.” Dian menepuk bahu menantunya pelan. “Bagus. Nah, sekarang ayo cuci tangan. Nanti sore kita bisa lihat hasilnya mekar pelan-pelan.” *** Sore itu langit merona jingga, sinar matahari menembus sela dedaunan, menciptakan bayangan bergerak di halaman belakang. Nayara melangkah ke kebun dengan hati riang. Ia ingin melihat kembali bibit bunga yang tadi siang ia dan mertuanya tanam.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status