Taubat Sang Pendosa
Tak apalah berbohong sesekali, yang penting misiku selesai.
"Sekarang kamu enak ya, Man? Punya istri cantik, kaya. Punya butik. Punya usaha," kata Fredy.
Aku terkejut mendengarnya. Entah mengapa aku membaca ada nada tak suka dari ucapannya barusan.
"Namanya rezeki, Bro. Lagian aku juga sudah hijrah dan bertaubat. Gak baik makan uang dari hasil begituan," jawabku sungguh-sungguh.